BMKG Update Gempa Sukabumi M 5,3: Info Terbaru dan Penjelasan Risiko Tsunami

Author: Qoo Media

BMKG melaporkan telah terjadi gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,3 pada dini hari tanggal 13 Maret 2026. Episenter gempa terletak di Laut Selatan Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya pada koordinat 8,04° LS dan 106,86° BT. Gempa ini berpusat pada kedalaman 53 kilometer dan berjarak sekitar 121 kilometer arah tenggara dari Kabupaten Sukabumi.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, getaran gempa tersebut terasa hingga wilayah Jakarta dan Banten, sehingga masyarakat di kedua daerah tersebut juga merasakan dampak guncangan.

Penyebab Gempa Sukabumi

Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menerangkan bahwa gempa yang terjadi merupakan gempabumi dangkal. Gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng tektonik di wilayah tersebut. Selain itu, analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser atau strike-slip sebagai penyebab terjadinya gempa.

Pergerakan lempeng ini merupakan salah satu proses alamiah yang kerap terjadi di wilayah Indonesia yang terletak di Cincin Api Pasifik. Walaupun magnitudo gempa 5,3 tergolong sedang, mekanisme strike-slip dapat menyebabkan guncangan cukup kuat di daratan.

Wilayah Terdampak dan Intensitas Getaran

Getaran gempa dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah sekitar episenter. Berikut adalah daftar wilayah terdampak berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI):

  1. Skala IV MMI: Cidolog, Ciracap — getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, serta jendela dan pintu berderit.
  2. Skala III-IV MMI: Tasikmalaya, Cijati, Pagelaran, Sukanegara, Agrabinta, Sindangbarang, Garut, Cidahu, Cimanggu, Campaka, Jampang Tengah, Kadupandak, Tegal Buleud — getaran cukup terasa di dalam rumah.
  3. Skala III MMI: Bayah, Klapanunggal, Kabupaten Bandung — getaran nyata seolah ada kendaraan berat yang lewat.
  4. Skala II-III MMI: Pangandaran, Ciamis, Jakarta, Depok — getaran ringan terasa di dalam ruangan.

Hingga laporan terakhir pada pukul 02.50 WIB, BMKG belum menemukan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock) setelah gempa utama ini. Pengamatan akan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Imbauan BMKG kepada Masyarakat

BMKG mengimbau seluruh masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan waspada tanpa panik. Informasi resmi dan update terkait gempa serta potensi risiko harus diperoleh dari sumber terpercaya. Masyarakat juga disarankan untuk menghindari penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya agar tidak menimbulkan kepanikan.

Kejadian gempa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia terutama kawasan seismik aktif harus selalu siap menghadapi gempabumi. Langkah mitigasi dan edukasi mengenai cara menghadapi gempa perlu terus ditingkatkan demi keselamatan bersama.

Pemantauan gempa secara real-time akan terus dilakukan oleh BMKG guna memberikan informasi yang akurat dan cepat. Masyarakat dapat mengakses situs resmi BMKG untuk mendapatkan data terbaru dan panduan keselamatan saat gempa.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com
Terbaru