Basarnas Pekanbaru Terjunkan Delapan Personel, Jejak Kakek 83 Tahun di Kebun Sawit Dicari

Basarnas Pekanbaru mengirim tim penolong untuk mencari Abdurahman, pria berusia 83 tahun, yang dilaporkan hilang saat berada di kebun kelapa sawit di Desa Karya Mulya, Dusun Karya Mukti, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Laporan darurat itu masuk sebagai kondisi membahayakan manusia, sehingga operasi pencarian segera dilakukan pada Jumat, 3 April.

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, menyebut informasi awal diterima dari Babinsa setempat yang melaporkan keberadaan seorang kakek lanjut usia tersebut belum diketahui setelah berada di area perkebunan. Tim SAR kemudian diberangkatkan ke lokasi yang berjarak sekitar 120 kilometer dari kantor Basarnas Pekanbaru untuk melakukan pencarian dengan perlengkapan navigasi.

Respons cepat operasi SAR

Menurut Budi, ada delapan personel yang diterjunkan dalam misi itu. Mereka bergerak menuju titik koordinat 0°52’03"N 100°26’33"E sebagai acuan awal penelusuran di lapangan.

Langkah cepat ini dilakukan karena kondisi orang hilang di area perkebunan termasuk situasi yang berisiko, terutama bagi korban lanjut usia. Medan kebun sawit yang luas, jalur yang seragam, dan jarak pandang yang terbatas bisa menyulitkan pencarian bila tidak dilakukan dengan pola terukur.

Pola pencarian di lapangan

Setibanya di lokasi, tim SAR rencananya langsung menyisir area dengan metode type I open grid. Pola ini biasa dipakai untuk memperluas jangkauan pencarian secara sistematis agar potensi jejak korban tidak terlewat.

Pada tahap awal, pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian dengan area sekitar 1 kilometer. Jika ada petunjuk tambahan dari masyarakat atau hasil penyisiran lapangan, area pencarian dapat diperluas sesuai kebutuhan operasi.

Informasi penting dari Basarnas

Berikut poin utama yang disampaikan Basarnas Pekanbaru dalam operasi ini:

  1. Korban bernama Abdurahman, usia 83 tahun.
  2. Lokasi kejadian berada di kebun sawit Desa Karya Mulya, Dusun Karya Mukti, Rokan Hulu.
  3. Laporan diterima dari Babinsa setempat.
  4. Delapan personel SAR diterjunkan ke lokasi.
  5. Jarak tempuh dari kantor Basarnas Pekanbaru ke lokasi sekitar 120 kilometer.
  6. Tim membawa peralatan navigasi untuk mendukung pencarian.
  7. Area awal pencarian ditetapkan seluas 1 kilometer dengan pola open grid.

Prosedur bila korban ditemukan

Budi menjelaskan, bila korban berhasil ditemukan, tim akan segera mengevakuasi Abdurahman ke fasilitas kesehatan terdekat, baik rumah sakit maupun puskesmas. Langkah itu diperlukan untuk memastikan kondisi fisik korban diperiksa dan mendapatkan penanganan lanjutan bila dibutuhkan.

Basarnas juga mengingatkan masyarakat yang ikut membantu pencarian agar tetap mengutamakan keselamatan diri selama operasi berlangsung. Imbauan ini penting karena pencarian di area kebun sempat rawan tersesat, terutama jika dilakukan dalam kelompok tanpa koordinasi yang jelas.

Konteks pencarian orang hilang di area perkebunan

Kasus orang hilang di kebun sawit kerap menuntut respons cepat karena vegetasi yang rapat dan area yang luas bisa membuat korban sulit ditemukan dalam waktu singkat. Dalam situasi seperti ini, koordinasi antara aparat desa, Babinsa, warga, dan tim SAR menjadi faktor penting untuk mempercepat penelusuran.

Di Rokan Hulu dan sejumlah wilayah lain di Riau, perkebunan menjadi area kerja dan aktivitas harian banyak warga. Karena itu, laporan kehilangan di lokasi seperti ini sering memerlukan pencarian berbasis koordinat, penyisiran bertahap, serta pemantauan petunjuk visual di lapangan agar upaya evakuasi berjalan efektif.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com
Exit mobile version