Tasua Menjelang Asyura, Jadwal, Niat Arab-Latin, Dan Keutamaannya Yang Jarang Disadari

Di bulan Muharam, umat Islam dianjurkan menjalankan dua puasa sunnah, yakni Tasua pada 9 Muharam dan Asyura pada 10 Muharam. Untuk puasa Tasua, pembaca perlu memperhatikan jadwal, bacaan niat, dan alasan mengapa ibadah ini memiliki nilai penting dalam tradisi keislaman.

Puasa Tasua kerap dikaitkan dengan anjuran Rasulullah SAW agar umat Islam berbeda dari tradisi kaum Yahudi di Madinah yang juga berpuasa pada hari Asyura. Dalam riwayat yang disampaikan Abdullah bin Abbas RA dan disebut dalam HR. Muslim, Rasulullah SAW menyampaikan rencana untuk berpuasa pada hari kesembilan Muharam, meski beliau wafat sebelum tahun berikutnya tiba.

Keutamaan puasa Tasua

Melansir unggahan Instagram Pimpinan Pusat Muhammadiyah @lensamu, puasa Tasua dianjurkan sebagai pembeda dari tradisi puasa kaum Yahudi pada Asyura. Riwayat itu juga menunjukkan pentingnya menjaga kesempurnaan ibadah dan menghormati sejarah agama.

Hadis yang diriwayatkan Muslim tersebut menjadi dasar yang sering dijadikan rujukan dalam pembahasan puasa Tasua. Meski Nabi Muhammad SAW belum sempat melaksanakannya, anjuran itu tetap dipahami sebagai tuntunan yang mengandung nilai kepatuhan, kehati-hatian dalam ibadah, dan penghormatan terhadap ketentuan syariat.

Jadwal puasa Tasua 9 Muharam

Di Indonesia, jadwal puasa Tasua pada periode ini berbeda karena ada perbedaan penetapan awal Muharam. Pemerintah dan Muhammadiyah menetapkan 1 Muharam 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, sedangkan Nahdlatul Ulama menetapkan 1 Muharam 1448 H pada Rabu, 17 Juni 2026.

Dengan dasar penetapan tersebut, jadwal puasa Tasua menjadi berbeda. Berikut rinciannya.

  1. Puasa Tasua versi Pemerintah dan Muhammadiyah: Rabu, 24 Juni 2026
  2. Puasa Tasua versi NU: Kamis, 25 Juni 2026

Perbedaan ini penting dicermati agar umat Islam dapat menyesuaikan pelaksanaan puasa sunnah tersebut sesuai acuan yang diikuti.

Bacaan niat puasa Tasua

Niat puasa Tasua dibaca pada malam hari sebelum menjalankan puasa. Lafal niat yang disebut dalam referensi adalah sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.”

Bacaan ini menjadi panduan bagi umat Islam yang ingin menunaikan puasa Tasua sesuai tuntunan yang umum digunakan. Dengan memperhatikan jadwal dan lafal niatnya, ibadah puasa Tasua dapat dijalankan tepat pada waktu yang sesuai dengan penetapan yang diikuti masing-masing umat.

Source: www.medcom.id

Terkait