Tiga Rumah di Pesisir Balikpapan Ambruk Dihantam Ombak Setinggi 3 Meter

Author: Qoo Media

Terjangan ombak pasang di pesisir Balikpapan membuat tiga rumah warga di RT 09 Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota, ambruk dalam hitungan menit. Peristiwa yang terjadi Jumat dini hari sekitar pukul 04.44 Wita itu juga membuat satu rumah lain ikut terdampak dan tidak lagi layak huni.

Meski kerusakan cukup parah, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri tanpa korban jiwa. Para warga hanya mengalami luka ringan saat berusaha keluar dan mengevakuasi barang-barang sebelum bangunan runtuh.

Rumah yang roboh dan penghuni di dalamnya

Nomor Rumah Penghuni Situasi Dampak
34 Misnan dan Zainah Robo h Rusak total
35 Syamsudin dan Suriyani Ningsih Robo h Rusak total
32 Hendra dan Mustika Sari Robo h Rusak total

Ketiga rumah itu dihuni beberapa anggota keluarga, termasuk anak-anak dan balita. Di sekitar lokasi, ada satu rumah lain yang ikut terdampak sehingga penghuninya juga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Suriyani Ningsih, yang akrab dipanggil Atun, mengatakan tanda bahaya mulai terasa ketika tiang rumah bergeser. Ia menyebut keluarga sudah bersiap mengungsi lebih dulu setelah melihat kondisi bangunan tidak stabil.

Menurut pengakuannya, anggota keluarga sempat memindahkan motor dan barang-barang ke dapur sebelum seluruh orang berkumpul di ruang tamu. Saat rumah mulai bergoyang, mereka segera keluar agar lebih mudah menyelamatkan diri jika bangunan benar-benar ambruk.

“Kami memang sudah berjaga-jaga. Tidak ada yang tidur di kamar. Begitu rumah mulai ambruk, semua langsung keluar. Kami sempat berada di air saat menyelamatkan diri,” ujarnya.

Ia memperkirakan ombak yang menghantam rumah mencapai sekitar 3 meter. Setelah kejadian itu, seluruh anggota keluarga berhasil keluar, meski sejumlah orang mengalami luka ringan akibat paku, papan, dan seng saat proses penyelamatan.

Koordinasi warga dan kebutuhan mendesak korban

Ketua RT 09 Kelurahan Klandasan Ulu, Sukandar, mengatakan tiga rumah tersebut mengalami kerusakan total. Ia menambahkan bahwa penanganan awal langsung dikoordinasikan dengan pemilik rumah, kelurahan, kecamatan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan.

Menurut Sukandar, bantuan logistik, pakaian, dan tempat tinggal sementara sangat dibutuhkan karena sebagian besar barang milik korban hanyut atau rusak. Ia juga menyoroti adanya anak usia sekolah dan dua bayi di antara para korban, sehingga kebutuhan mereka memerlukan perhatian khusus.

Usai kejadian, warga bersama aparat kelurahan dan instansi terkait bergotong royong membantu para korban. Pendataan kerusakan bangunan dan kebutuhan dasar warga terdampak juga mulai dilakukan di lokasi.

Pemerintah Kota Balikpapan telah berkoordinasi untuk menyiapkan langkah penanganan serta bantuan bagi warga yang terdampak bencana tersebut. Di tengah proses itu, fokus utama warga masih tertuju pada tempat tinggal sementara dan pemulihan kebutuhan harian para korban.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru