Ratusan KK di Sukabumi Kekurangan Air Bersih, BPBD Kirim 10 Ribu Liter Bantuan

Author: Qoo Media

Krisis air bersih melanda ratusan kepala keluarga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, saat kemarau panjang berlangsung lebih dari sebulan. Kondisi itu membuat warga di satu RW di Kecamatan Cicurug bergantung pada bantuan air dari BPBD setempat.

Di Desa Nanggerang, kekeringan tercatat terjadi di Kampung Legok Bitung RT 01 serta Kampung Kebon Kawung RT 02, 03, dan 04. Menurut Manager Pusat Pengendalian dan Operasional BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, empat RT di dua kampung itu mengalami kesulitan air karena sumber harian warga menyusut.

Warga Andalkan Sumur yang Mulai Menipis

Mayoritas warga di lokasi terdampak mengandalkan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari. Daeng menjelaskan, air sumur di masing-masing rumah kini sudah menyusut, sehingga pasokan air bersih tidak lagi mencukupi.

Wilayah Terdampak Jumlah RT Jumlah KK Perkiraan Jiwa
Kampung Legok Bitung RT 01 dan Kampung Kebon Kawung RT 02, 03, 04 4 400 sekitar 1.000

Daeng menyebutkan, di empat RT yang tersebar di satu RW itu terdapat sekitar 400 kepala keluarga atau sekitar 1.000 jiwa yang terdampak. Mediaindonesia.com melaporkan bahwa krisis ini muncul bersamaan dengan kemarau panjang yang sudah berlangsung lebih dari sebulan terakhir.

Bantuan Air Bersih Mulai Disalurkan

Pada Sabtu (11/7), BPBD Kabupaten Sukabumi mendistribusikan bantuan air bersih untuk warga terdampak. Total 10 ribu liter air disalurkan menggunakan dua tangki, masing-masing berkapasitas 5 ribu liter.

Daeng mengatakan bantuan itu sudah mulai dikirimkan ke masyarakat setempat pada hari yang sama. Langkah tersebut dilakukan sambil BPBD terus memantau kondisi lapangan dan kebutuhan warga yang masih bergantung pada pasokan air darurat.

BPBD juga berkoordinasi dengan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan, perangkat desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat untuk melakukan asesmen di lokasi kejadian. Koordinasi ini menjadi bagian dari penanganan awal agar distribusi air tetap berjalan dan dampak kekeringan dapat dipetakan dengan lebih jelas.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru