Ditemukan Tewas Terkubur di Nganjuk, Polisi Masih Selidiki Luka di Tubuh Gatot

Temuan jenazah pria di Nganjuk memunculkan banyak tanda tanya karena jasad korban ditemukan terkubur di pekarangan rumah tetangga dengan kondisi tak wajar. Polisi kini masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab kematian Gatot Tri Wahyu Widodo (53).

Kepolisian Resor Nganjuk bergerak setelah menerima laporan dari warga di Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Jenazah ditemukan di area kebun samping rumah korban, tertutup batang pisang, daun pisang kering, dan genteng yang terlihat baru ditata di atas gundukan tanah.

Penyelidikan Masih Berjalan

Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi mengatakan pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak untuk mengungkap penyebab kematian korban. Ia menyebut jenazah ditemukan dalam kondisi meninggal secara tidak normal.

“Masih dalam penyelidikan. Jenazah ditemukan dalam kondisi meninggal secara tidak normal,” kata Fajar di Nganjuk, Rabu.

Setelah laporan masuk, anggota polisi langsung mendatangi lokasi, mengevakuasi jenazah, dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Tim Inafis Satreskrim Polres Nganjuk bersama Polsek Ngronggot juga melakukan pemeriksaan awal di lokasi penemuan.

Informasi UtamaKeterangan
Nama korbanGatot Tri Wahyu Widodo
Usia53 tahun
Lokasi penemuanDusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk
Kondisi awalTerkubur di area kebun samping rumah, ditutupi batang pisang, daun pisang kering, dan genteng

Dicari Selama Tiga Hari

Menurut informasi yang diterima polisi, korban diketahui tidak terlihat selama sekitar tiga hari sejak Senin 13 Juli 2026. Sebelumnya, warga bersama kerabat sempat melakukan pencarian karena korban tak kunjung terlihat dan diketahui memiliki riwayat sakit.

Seorang warga setempat, M. Ali Ridho (51), mengatakan pencarian dilakukan di sekitar rumah sebelum akhirnya ditemukan gundukan tanah baru yang mencurigakan. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke polisi.

“Awalnya kami mencari karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat. Kemudian ditemukan gundukan tanah yang ditutupi batang pisang, daun pisang kering, dan genteng sehingga warga melaporkannya kepada perangkat desa dan polisi,” ujar Ali.

Polisi kemudian membongkar lokasi tersebut dan menemukan mayat yang diduga merupakan korban. Jenazah lalu dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Masih Menunggu Autopsi

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan ada sejumlah luka pada tubuh korban. Namun, penyidik belum bisa memastikan apakah korban meninggal karena sakit atau sebab lain sebelum hasil autopsi keluar.

Fakta lain yang ikut didalami polisi adalah kondisi keluarga korban. Gatot diketahui tinggal bersama istri, Suprihatin, dan seorang anak perempuan, sementara keluarga tersebut disebut terkesan tertutup berkomunikasi dengan warga setempat.

Korban juga diketahui pernah bekerja sebagai sales dari perusahaan rokok. Dalam tiga tahun terakhir, ia tidak bekerja karena sakit, dan informasi itu ikut menjadi bagian dari penyelidikan yang masih berjalan.

Source: www.viva.co.id
Terkait