Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan memberi dampak langsung ke desa. Sebesar 20 persen keuntungan koperasi itu disebut akan dialokasikan menjadi Pendapatan Asli Desa.
Skema tersebut membuat pemerintah desa punya kepentingan besar agar koperasi ini berjalan efektif. Yandri menyebut sisa keuntungan lain yang mencapai 80 persen akan kembali ke masyarakat di desa.
Fokus ke potensi desa masing-masing
Menurut Yandri, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diarahkan untuk memperkuat ekonomi desa melalui potensi yang sudah ada di tiap wilayah. Ia menegaskan Dana Desa yang dipakai akan dimaksimalkan agar fungsi koperasi benar-benar terasa di lapangan.
Dalam jumpa pers usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu malam, Yandri mengatakan, “Nanti kalau sudah jalan, kami pasti akan maksimalkan fungsinya melalui potensi desa masing-masing. Apalagi yang dipakai kan Dana Desa, dan apalagi nanti dari keuntungan itu, ada 20 persen dari Kopdes itu akan menjadi Pendapatan Asli Desa.”
Rapat terbatas tersebut dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan membahas dua agenda utama, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis. Pertemuan yang berlangsung sekitar 4 jam itu juga diikuti sejumlah menteri, pimpinan lembaga, Panglima TNI, dan beberapa direktur utama BUMN.
BUMDes dan desa tematik ikut dilibatkan
Yandri menambahkan, pemerintah desa harus ikut memastikan koperasi ini berhasil karena ada efek positif yang langsung mengalir ke desa. Menurut dia, 80 persen keuntungan yang tersisa akan kembali ke rakyat di desa tersebut.
Ia juga menyebut jumlah desa di Indonesia saat ini mencapai 75.266 desa. Dengan jumlah itu, setiap koperasi diharapkan bisa bekerja sama dengan BUMDes agar produk desa sesuai potensi masing-masing tetap terserap.
Yandri mengatakan, “Para petani sesuai dengan potensi desa masing-masing, karena jumlah desa banyak sekali 75.266 dengan berbagai potensi yang ada, tentu nanti masing-masing Kopdes akan bekerja sama dengan BUMDes memastikan semua produk desa itu sesuai dengan potensinya, akan dipastikan bisa mendapatkan manfaat bagi para penduduk desa.”
Kementerian Desa selama ini juga telah mengembangkan desa-desa tematik dengan keunggulan di sejumlah sektor. Di antaranya ada desa jagung, desa padi, desa ikan nila, desa ikan lele, dan desa cokelat.
Dalam skema itu, Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi offtaker yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa untuk menyalurkan hasil produksi warga. Dengan pola tersebut, pemerintah berharap rantai ekonomi di desa bisa berjalan lebih kuat dan lebih terhubung.
Kopdes Merah Putih disiapkan untuk hasil panen
Dalam rapat terbatas yang sama, Kopdes Merah Putih juga diputuskan sebagai penyalur dan penjamin hasil panen, khususnya beras dan jagung. Peran ini memperkuat posisi koperasi sebagai penghubung antara produksi desa dan kebutuhan pasar.
Dengan arah kebijakan itu, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak hanya ditujukan sebagai lembaga simpan-pinjam atau distribusi biasa. Program ini diarahkan menjadi penggerak ekonomi desa yang memberi manfaat ke pemerintah desa, BUMDes, dan warga secara bersamaan.
Source: www.viva.co.id






