PT Bio Farma (Persero) resmi memakai Compressed Natural Gas atau CNG milik PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) untuk fasilitas produksinya di Bandung. Kerja sama ini menandai penggunaan CNG pertama di Bio Farma sekaligus menjadi langkah baru perusahaan farmasi pelat merah itu dalam mendukung transisi energi nasional.
Di tengah dorongan efisiensi dan target lingkungan yang makin ketat, pilihan energi yang lebih bersih mulai menjadi perhatian banyak industri. Bio Farma menyebut pemanfaatan CNG sebagai bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG.
Bio Farma dorong energi yang lebih rendah emisi
Direktur Operasi PT Bio Farma Iin Susanti mengatakan perusahaan berkomitmen menjalankan ESG melalui pemanfaatan bahan bakar yang rendah emisi. Dalam keterangan tertulis yang dikutip www.cnbcindonesia.com, Iin menyebut CNG dipilih karena lebih ramah lingkungan.
“BioFarma berkomitmen untuk menerapkan implementasi prinsip ESG salah satunya melalui pemanfaatan bahan bakar yang rendah emisi dan lebih ramah lingkungan seperti CNG,” ujar Iin.
Langkah ini juga penting bagi Bio Farma karena perusahaan tersebut merupakan produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara. Produknya telah digunakan di lebih dari 150 negara, sehingga kebutuhan pasokan energi yang andal menjadi bagian krusial dari kesinambungan produksi.
PGN Gagas perluas manfaat CNG ke sektor kesehatan
Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia Santiaji Gunawan mengatakan kerja sama dengan Bio Farma menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat CNG ke sektor-sektor esensial, termasuk kesehatan. Menurut dia, keandalan pasokan energi di fasilitas produksi seperti Bio Farma sangat penting karena terkait langsung dengan layanan kesehatan publik.
“Kolaborasi dengan Bio Farma menjadi bagian dari komitmen kami memperluas manfaat CNG ke sektor-sektor esensial yang menopang kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan,” kata Santiaji.
PGN Gagas adalah anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN, yang berperan sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero). Lini bisnis ini menangani penyediaan dan distribusi gas beyond pipeline melalui CNG dan Liquefied Natural Gas atau LNG, termasuk lewat jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas untuk pelanggan industri dan komersial yang belum terjangkau pipa gas.
Pasokan 300.000 m3 per bulan dan efisiensi hingga 40%
Kolaborasi dengan Bio Farma menambah portofolio pelanggan Gaslink, layanan CNG PGN Gagas untuk sektor industri dan komersial. Hingga Juni 2026, Gaslink telah melayani lebih dari 600 pelanggan dengan total penyaluran hampir mencapai 11 BBTUD.
Untuk kebutuhan operasional Bio Farma, PGN Gagas akan menyalurkan CNG sebesar 300.000 m3 per bulan. Volume itu diproyeksikan memberi efisiensi operasional hingga 40% dibandingkan sumber energi yang digunakan sebelumnya.
| Informasi | Bio Farma | PGN Gagas |
|---|---|---|
| Bentuk kerja sama | Penggunaan CNG di fasilitas produksi Bandung | Penyaluran CNG melalui Gaslink |
| Volume pasokan | 300.000 m3 per bulan | Hingga 11 BBTUD total penyaluran Gaslink per Juni 2026 |
| Dampak utama | Efisiensi operasional hingga 40% | Perluasan pelanggan di sektor industri dan komersial |
Peresmian kerja sama ini menjadi salah satu contoh sinergi lintas ekosistem BUMN, antara Bio Farma sebagai induk Holding BUMN Farmasi dan PGN Group sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina. Keduanya sama-sama menempatkan transisi energi dan ketahanan energi nasional sebagai bagian dari agenda yang sedang dijalankan.
Bagi PGN Gagas, masuknya Bio Farma ke dalam portofolio Gaslink memperkuat posisi layanan CNG itu sebagai solusi energi untuk sektor-sektor strategis nasional. Bagi Bio Farma, pasokan gas yang lebih andal diharapkan menjaga kesinambungan produksi vaksin dan mendukung akses kesehatan masyarakat.
Source: www.cnbcindonesia.com






