Iran Tuduh AS Lakukan Kejahatan Perang, Serangan ke Infrastruktur Vital Memicu Amarah

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Amerika Serikat melakukan kejahatan perang setelah serangan terhadap infrastruktur vital Iran dan ancaman lanjutan ke sejumlah fasilitas sipil. Ia menyebut tindakan itu menunjukkan “niat kriminal pemerintah AS untuk melakukan kejahatan keji.”

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui Telegram, Araghchi menegaskan serangan tersebut “tidak diragukan lagi merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional.” Ia juga menyebutnya sebagai “kejahatan internasional serius” yang berkaitan dengan empat Konvensi Jenewa 1949.

Tekanan Hukum dan Tuduhan Serius

Araghchi menambahkan bahwa semua pemerintah berkewajiban menuntut dan menghukum pihak-pihak yang melakukan kejahatan semacam itu. Ia juga menyoroti bahwa para pejabat AS mengeluarkan “retorika yang tidak masuk akal dan ancaman yang jahat.”

Menurut dia, permusuhan itu diarahkan kepada rakyat Iran karena mereka bersikeras mempertahankan kemerdekaan, hak-hak sah, dan martabat manusia. Ia juga memperingatkan bahwa pihak yang bertanggung jawab tidak bisa menghindari pertanggungjawaban hukum hanya dengan alasan bertindak atas perintah atasan.

Serangan Terbaru Menyasar Fasilitas Militer

Di saat yang sama, militer Amerika Serikat kembali meluncurkan gelombang serangan terhadap Iran. Serangan terbaru itu menargetkan sejumlah fasilitas militer Iran, termasuk fasilitas yang kerap disebut digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Menurut CENTCOM, serangan tersebut diarahkan ke fasilitas militer Iran yang berhubungan dengan ancaman terhadap jalur pelayaran di selat itu. Di lapangan, kantor berita Iran Mehr melaporkan suara ledakan terdengar di Ahvaz, kota yang dekat dengan perbatasan Irak dan sudah beberapa kali menjadi sasaran sejak pertempuran kembali pecah pada bulan ini.

LokasiInformasi SeranganKeterangan
AhvazSuara ledakan terdengarWilayah dekat perbatasan Irak
ChabaharMenara pengawas angkatan laut dihantam rudalFasilitas sipil untuk keamanan maritim serta pencarian dan penyelamatan nelayan
Bandar AbbasSejumlah ledakan dilaporkanMehr menyebut proyektil AS menghantam lokasi di dekat kota pelabuhan tersebut

Ledakan juga dilaporkan terjadi di Chabahar setelah rudal-rudal AS menghantam sebuah menara pengawas angkatan laut di kota itu. Fasilitas tersebut disebut merupakan sarana sipil yang digunakan untuk keamanan maritim serta operasi pencarian dan penyelamatan bagi para nelayan.

Selain itu, sejumlah ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas. Kantor berita Mehr menambahkan bahwa proyektil-proyektil AS menghantam sebuah lokasi di dekat kota pelabuhan tersebut, memperluas daftar titik yang terdampak serangan terbaru.

Source: news.detik.com
Terkait