Hujan Deras Akhirnya Turun di Bogor, Harapan bagi 42.691 Warga Kekurangan Air

Author: Qoo Media

Hujan deras kembali mengguyur sejumlah wilayah Bogor setelah kawasan ini beberapa hari mengalami kondisi kering akibat musim kemarau. Turunnya hujan memberi harapan bagi warga di tengah krisis air bersih yang telah menjangkau puluhan ribu orang di Kabupaten Bogor.

Di Cibinong, hujan mulai turun pada Sabtu, 18 Juli 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Intensitasnya semula rendah, lalu meningkat menjadi deras dalam waktu kurang dari 10 menit.

Hujan berlangsung sekitar satu setengah jam hingga pukul 21.30 WIB. Kondisi ini membuat udara malam di kawasan tersebut terasa lebih sejuk setelah beberapa hari dilanda cuaca panas dan kering.

Salah seorang warga Cibinong, Radit (34), menyambut turunnya hujan dengan rasa lega. Ia berharap hujan dapat membantu wilayah yang mulai mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.

“Alhamdulillah ini hujan lagi, biasanya kan panas banget. Jadi ini ada sejuknya sedikit,” kata Radit. Ia juga berharap hujan tersebut bisa membantu daerah yang terdampak kemarau.

“Beberapa daerah juga kan mulai kekeringan gara-gara kemarau, jadi semoga hujan ini bisa ngebantu deh,” harapnya. Hujan di Cibinong datang saat sejumlah wilayah lain di Kabupaten Bogor masih menghadapi dampak kekeringan.

Kekeringan Menjangkau 13 Kecamatan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor mencatat kekeringan atau krisis air bersih terjadi di 13 dari total 40 kecamatan. Dampaknya dirasakan oleh 42.691 jiwa yang tersebar di 12.735 kepala keluarga.

Data BPBD Kabupaten Bogor tersebut juga menunjukkan bahwa kekeringan telah melanda 29 desa. Wilayah dengan sebaran desa terdampak terbanyak berada di Kecamatan Rancabungur, dengan enam desa mengalami kekeringan.

Indikator Data BPBD Kabupaten Bogor
Kecamatan terdampak 13 dari 40 kecamatan
Desa terdampak 29 desa
Warga terdampak 42.691 jiwa
Kepala keluarga terdampak 12.735 KK
Desa terdampak di Rancabungur 6 desa

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, menyatakan krisis air bersih itu telah terjadi sejak awal Juni. Menurutnya, data kekeringan yang dihimpun sejak 10 Juni memperlihatkan Rancabungur sebagai kecamatan dengan jumlah desa terdampak paling banyak.

“Taksiran dampak kekeringan atau krisis air bersih terjadi di 13 kecamatan, dari total 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Untuk warga yang terdampak sebanyak 42.691 jiwa dari 12.735 KK,” kata Adam pada Kamis, 16 Juli 2026.

Distribusi Air Bersih Tetap Dilakukan

Di tengah kondisi kemarau, BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan air bersih ke sejumlah titik terdampak. Penyaluran dilakukan sejak 10 Juni untuk memenuhi kebutuhan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

Berdasarkan keterangan Adam kepada news.detik.com, distribusi telah menjangkau 74 titik hingga sehari sebelumnya. Setiap pengiriman membawa rata-rata 5.000 hingga 8.000 liter air bersih.

Total air bersih yang telah dikirim ke wilayah terdampak mencapai 350 ribu liter. Penyaluran tersebut dilakukan sebagai respons atas kekeringan yang menyebar di berbagai desa pada 13 kecamatan.

Turunnya hujan deras di Cibinong menjadi kabar yang melegakan bagi warga setelah periode kering berlangsung beberapa hari. Namun, data BPBD menunjukkan kebutuhan air bersih masih menjadi perhatian bagi puluhan ribu warga di wilayah terdampak kekeringan.

Source: news.detik.com
Terbaru