25 Korban KM Nurul Salsa Masih Dicari, KN SAR Pacitan Berlayar dari Kendari

Author: Qoo Media

Operasi pencarian 25 korban KM Nurul Salsa yang masih hilang kini diperkuat oleh kedatangan armada dari Kendari. Basarnas Kendari mengerahkan 28 personel bersama KN SAR Pacitan untuk memperluas penyisiran di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Penguatan ini menjadi penting karena jumlah korban yang belum ditemukan masih cukup besar pada hari keempat operasi SAR. Dari total 78 orang di atas kapal saat kecelakaan terjadi, 52 orang selamat dan satu orang ditemukan meninggal dunia.

Armada Berlayar Menempuh Ratusan Mil Laut

KN SAR Pacitan berangkat dari Dermaga Basarnas Kawasan Timur Kendari pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 12.10 WITA. Kapal tersebut diarahkan menuju perairan sebelah barat Pulau Polassi, lokasi KM Nurul Salsa dilaporkan tenggelam pada 15 Juli 2026.

Jarak dari Kendari menuju titik koordinat terakhir kapal diperkirakan mencapai 262 mil laut. Dengan kecepatan maksimal 20 knot, perjalanan menuju area pencarian diproyeksikan memerlukan waktu sekitar 18 jam.

Kepala Basarnas Kendari Amiruddin A.S. menyatakan pengerahan tersebut dilakukan dalam skema Bawah Kendali Operasi atau BKO SAR. Langkah itu ditujukan untuk mempercepat pencarian serta evakuasi korban yang belum ditemukan.

“KN SAR Pacitan bertolak menuju perairan sebelah barat Pulau Polassi, lokasi di mana KM Nurul Salsa dilaporkan tenggelam pada 15 Juli 2026 lalu,” ujar Amiruddin. Kehadiran kapal negara itu diharapkan menambah jangkauan tim yang bekerja di laut.

28 Personel Disiapkan untuk Operasi Pencarian

Tim yang diberangkatkan dari Kendari terdiri atas unsur operasi, kru kapal, dan tenaga penyelamat. Komposisi personel ini disiapkan agar kapal dapat menjalankan pelayaran, penyisiran, pertolongan, hingga evakuasi apabila korban ditemukan.

Unsur Tim Jumlah Personel
Kepala Seksi Operasi dan Siaga KPP Kendari 1 orang
Kru KN SAR Pacitan 21 orang
Tenaga penyelamat atau rescuer 6 orang
Total 28 orang

Selain personel, KN SAR Pacitan membawa sejumlah alat utama dan perlengkapan keselamatan untuk mendukung operasi di perairan. Peralatan itu meliputi satu unit sea rider, sekoci, perahu karet atau rubber boat, peralatan medis darurat, peralatan evakuasi, serta alat komunikasi satelit.

Perlengkapan tersebut memberi tim opsi untuk menjangkau area yang tidak mudah dilalui kapal utama. Alat komunikasi satelit juga menjadi bagian penting untuk menjaga koordinasi selama pencarian berlangsung jauh dari pangkalan.

Cuaca Berawan di Jalur Pelayaran

Berdasarkan data BMKG, kondisi cuaca di jalur pelayaran menuju lokasi operasi dilaporkan berawan. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan antara 2 sampai 20 kilometer per jam.

Kondisi tersebut dinilai masih cukup kondusif untuk pelayaran tim SAR menuju wilayah pencarian. Meski demikian, operasi di laut tetap memerlukan koordinasi antartim karena area penyisiran berada di perairan Kepulauan Selayar.

Data Korban pada Hari Keempat Operasi

Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar menyampaikan pembaruan data korban pada hari keempat operasi SAR. Data itu menunjukkan masih ada 25 orang yang masuk daftar pencarian setelah tenggelamnya kapal.

Status Korban Jumlah
Selamat 52 orang
Meninggal dunia 1 orang
Dalam pencarian 25 orang
Total manifest 78 orang

Menurut laporan mediaindonesia.com, unsur SAR gabungan tetap mengerahkan kemampuan untuk menemukan para korban yang hilang. Tambahan kekuatan dari Kendari diharapkan dapat memperluas cakupan penyisiran di sekitar lokasi kapal tenggelam.

“Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengerahkan kemampuan terbaik untuk menemukan 25 korban yang masih dinyatakan hilang,” kata Muhammad Arif Anwar. Ia menambahkan, kehadiran KN SAR Pacitan dari Kendari diharapkan membantu memperluas area pencarian.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru