Mahasiswa yang tergabung dalam DPW GEMA Al-Khairiyah Banten menyatakan dukungan terhadap agenda Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi dan praktik mafia. Dukungan itu disertai penegasan bahwa proses penegakan hukum harus berjalan konsisten, tanpa tebang pilih, serta berlandaskan supremasi hukum.
Sikap tersebut disuarakan dalam aksi dan pawai kebangsaan di Landmark Kota Cilegon pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan itu juga menjadi penanda komitmen mahasiswa untuk tetap mengawal integritas pemerintahan melalui peran kritis dan konstruktif.
Aksi damai tersebut diawali dengan kegiatan sosial berupa berbagi kepada masyarakat. Massa yang hadir menyuarakan perlunya hukum ditegakkan secara independen, profesional, transparan, dan tidak dipengaruhi intervensi politik.
Lima Sikap yang Dibacakan dalam Aksi
Dalam kegiatan itu, DPW GEMA Al-Khairiyah Provinsi Banten membacakan lima poin pernyataan sikap kebangsaan. Poin-poin tersebut mencakup dukungan atas pemberantasan korupsi, pengawasan program kerakyatan, hingga peran mahasiswa dalam kontrol sosial.
| No. | Pernyataan Sikap |
|---|---|
| 1 | Mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto memberantas korupsi dan praktik mafia yang merugikan negara. |
| 2 | Mendorong penegakan hukum yang independen, profesional, transparan, dan bebas intervensi. |
| 3 | Mengawal Program Makan Bergizi Gratis serta program kerakyatan lain agar tepat sasaran. |
| 4 | Mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. |
| 5 | Menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan kekuatan moral bangsa. |
Ketua DPW GEMA Al-Khairiyah Provinsi Banten, Supardi, mengatakan mahasiswa akan menempatkan diri sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal supremasi hukum. Menurutnya, pemberantasan korupsi dan praktik mafia perlu dilakukan secara menyeluruh karena dampaknya merugikan negara serta masyarakat.
“Kami mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi dan berbagai praktik mafia yang merugikan negara serta masyarakat. Pemberantasan korupsi harus dilakukan secara konsisten, tanpa tebang pilih, dan berdasarkan supremasi hukum,” ujar Supardi.
Mahasiswa Soroti Pengawasan Program MBG
Selain penegakan hukum, organisasi mahasiswa tersebut memberi perhatian pada keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Program Makan Bergizi Gratis dinilai sebagai investasi strategis jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi muda Indonesia.
GEMA Al-Khairiyah menyatakan kesiapan untuk melakukan pengawasan partisipatif langsung di lapangan. Pengawasan itu dipandang penting agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tidak menimbulkan kebocoran anggaran.
Supardi menekankan bahwa program tersebut harus dikelola secara transparan, tepat sasaran, efektif, dan akuntabel. Ia menyebut mahasiswa siap memastikan setiap anggaran digunakan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
“Program MBG harus dilaksanakan secara transparan, tepat sasaran, efektif, dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Mahasiswa siap berperan dalam pengawasan partisipatif guna memastikan setiap anggaran digunakan sesuai prinsip good governance,” tambahnya.
Koordinator lapangan Rosihin bersama orator aksi Kamila Anjaina juga mengajak generasi muda untuk tetap objektif dan kritis dalam mengawal jalannya pemerintahan. Ajakan itu diarahkan untuk menjaga iklim demokrasi sekaligus memperkuat kepercayaan publik, sebagaimana dilaporkan mediaindonesia.com.
Melalui lima sikap tersebut, mahasiswa Banten menegaskan posisinya sebagai agen perubahan, kekuatan moral, dan kontrol sosial. Peran itu mereka kaitkan dengan upaya menjaga integritas bangsa serta memastikan kebijakan kerakyatan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Source: mediaindonesia.com






