
Seorang pria berinisial Z ditangkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di Depok, Jawa Barat, setelah insiden pamer senjata api jenis airsoftgun kepada warga. Penangkapan ini menjadi sorotan publik setelah video kejadian tersebut viral di media sosial, di mana Z juga mengklaim bahwa ia merupakan orang dekat di kalangan istana.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, Z ditangkap setelah insiden yang terjadi pada 19 Juni 2025. “Benar, sudah kita tangkap dan ditetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya tanpa memberikan detail lebih lanjut mengenai kronologi penangkapan. Penangkapan Z dilakukan oleh penyidik Ditreskrimum yang merespons informasi dari masyarakat.
Peristiwa tersebut terjadi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Jalan Jagal, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas. Menurut Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, saat itu korban berinisial S mendekati Z untuk menanyakan alasan pengambilan barang-barang bangunan yang diduga dilakukan oleh Z. Pertanyaan ini memicu cekcok di antara keduanya.
Dalam proses tersebut, Z memperlihatkan senjata yang dia simpan di pinggangnya sambil mengklaim bahwa dia pernah bekerja di pemerintahan dan memiliki hubungan dengan “Ring 1 Istana”. “Z mengangkat bagian bawah kaos sebelah kiri, menampilkan benda berbentuk pistol yang diselipkan di pinggangnya,” jelas Budi. Tindakan tersebut menimbulkan keresahan di kalangan warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
Kejadian ini tidak hanya menarik perhatian pihak kepolisian, tetapi juga masyarakat luas yang merasa khawatir dengan potensi penyalahgunaan senjata. Kepala Polisi setempat menjelaskan, kasus ini sedang dalam penanganan dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku. “Kami akan memastikan bahwa tindakan pelaku memiliki konsekuensi hukum yang sesuai,” lanjut Rahim.
Pihak kepolisian juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat, serta tindakan yang dapat meresahkan orang lain terkait senjata api. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu melaporkan kejadian mencurigakan atau tindakan yang berpotensi membahayakan,” tegas AKBP Abdul Rahim.
Media sosial menjadi salah satu saluran utama penyebaran informasi mengenai insiden ini. Dengan begitu cepatnya berita tersebar, banyak warganet yang memberikan komentar dan tanggapan terkait perilaku Z yang dianggap provokatif. Beberapa netizen mengekspresikan keprihatinan mereka terkait penyebaran senjata di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, pihak kepolisian berjanji untuk terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang. Penanganan kasus ini akan menjadi salah satu fokus untuk menegakkan aturan dan meningkatkan keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Dalam perkembangan selanjutnya, publik diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan bahaya penyalahgunaan senjata serta pentingnya komunikasi yang baik dalam menyelesaikan konflik tanpa harus melibatkan unsur kekerasan. Sebagai tindakan mawas diri, mengingat penangkapan ini juga menandakan bahwa penegakan hukum akan terus dijalankan demi keamanan masyarakat.





