Pemkot Bandung dan Forum Puspa Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Author: Qoo Media

Pemkot Bandung dan Forum Puspa telah menegaskan komitmen mereka untuk meningkatkan pelayanan perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak di Kota Bandung. Kesepakatan ini dicapai setelah audiensi antara Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dan Forum Puspa pada 2 Juli 2023. Forum Puspa, yang dibentuk berdasarkan Keputusan Wali Kota Bandung Nomor 463/Kep.1218-DP3A/2024, bertugas memberikan masukan kebijakan dan melakukan advokasi untuk kebijakan yang lebih responsif terhadap isu-isu yang dihadapi perempuan dan anak.

Ketua Forum Puspa, Salmiah Rambe, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan ini. “Kami hadir untuk memperkuat kolaborasi itu agar intervensi yang dilakukan lebih menyentuh dan tepat sasaran,” jelasnya. Forum ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, komunitas perempuan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan media.

Pada semester pertama 2025, Forum Puspa telah melaksanakan beragam kegiatan strategis. Di antara kegiatan tersebut adalah seminar tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, pembinaan keluarga yang harmonis, distribusi bantuan bagi korban banjir, serta kampanye edukatif di masjid dan sekolah. Salamiah menyoroti bahwa Forum Puspa juga terjun langsung mendampingi korban kekerasan seksual, termasuk anak disabilitas, di Kecamatan Cidadap. “Kami tidak hanya bicara di tataran wacana, tapi betul-betul hadir di lapangan,” tuturnya.

Selain itu, Forum Puspa juga merintis pembentukan struktur serupa di tingkat kelurahan. Socialiasi awal telah dilakukan di Kelurahan Gegerkalong dan Cisaranten Endah sebagai pilot project untuk menciptakan kelurahan yang ramah terhadap perempuan dan peduli terhadap anak. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan gerakan memberikan perlindungan dan pemberdayaan hingga ke komunitas akar rumput.

Wali Kota Muhammad Farhan memandang Forum Puspa sebagai saluran penting untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Ia menyatakan bahwa dalam konteks kompleksitas sosial di Bandung dan disparitas yang tinggi, perempuan adalah kelompok yang paling rentan dan perlu perhatian lebih. “Kita harus bicara pemberdayaan perempuan dari level mikro. Ini pekerjaan sosial yang strategis, dan Puspa bisa memainkan peran besar,” tambahnya.

Pemkot Bandung juga berkomitmen untuk mendukung penuh inisiatif ini. Wali Kota berharap kemitraan dengan sektor swasta dapat lebih diperkuat, terutama melalui program corporate social responsibility (CSR) yang diarahkan khusus untuk perempuan dan anak. Hal ini menunjukkan keseriusan Pemkot Bandung dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk kelompok rentan di masyarakat.

Forum Puspa bertujuan untuk memantau program-program yang ada dan memastikan bahwa kebijakan yang dikeluarkan benar-benar mengakomodasi kebutuhan perempuan dan anak. Melalui kolaborasi antar sektor dan masyarakat, diharapkan kegiatan-kegiatan ini dapat membantu menurunkan angka kekerasan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi perempuan dan anak.

Melihat berbagai inisiatif yang telah dilakukan Pemkot Bandung dan Forum Puspa, diharapkan gerakan ini dapat terus berlanjut dan menciptakan dampak positif yang signifikan. Penanganan isu-isu terkait perempuan dan anak adalah pekerjaan yang memerlukan keseriusan dan kerjasama lintas sektor, dan Bandung menunjukkan jalannya ke arah tersebut dengan berbagai langkah yang sudah diambil.

Terbaru