Bantuan sosial (bansos) untuk bulan Juli 2025 kembali disalurkan pemerintah sebagai upaya menjaga kestabilan ekonomi dan memastikan bantuan tepat sasaran. Program tersebut meliputi penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) tahap ketiga, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap ketiga, serta distribusi beras 20 kg bagi keluarga penerima manfaat (KPM). Masyarakat diimbau untuk segera memeriksa status penerimaan bansos guna memastikan hak mereka dapat terpenuhi.
Pencairan PKH Tahap 3 Juli 2025
PKH merupakan program bantuan sosial yang memberikan dana tunai kepada keluarga miskin dan rentan sesuai kriteria yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pada tahap ketiga ini, pencairan bantuan dilakukan mulai awal Juli melalui beberapa bank pemerintah, yakni BNI, BRI, Mandiri, dan BTN, serta layanan Pos Indonesia tergantung zona wilayah penerima.
Kategori penerima PKH mencakup:
- Ibu hamil atau yang baru melahirkan
- Anak usia dini (0–6 tahun)
- Anak yang sedang bersekolah di SD, SMP, dan SMA
- Lansia berusia 70 tahun ke atas
- Penyandang disabilitas berat
Besar bantuan berbeda sesuai kategori, antara lain Rp750.000 untuk ibu hamil atau baru melahirkan, Rp225.000 per anak SD, dan Rp600.000 untuk lansia maupun penyandang disabilitas.
Penyaluran BPNT Tahap 3
BPNT tahap ketiga juga mulai disalurkan pada Juli 2025. KPM menerima bantuan senilai Rp200.000 per bulan, yang mencakup periode Mei dan Juni, sehingga total dana yang diterima Rp400.000. Dana ini digunakan untuk membeli bahan pangan pokok di e-warong atau agen resmi yang ditunjuk pemerintah, seperti beras, telur, dan sayuran.
Mekanisme pencairan BPNT tahap ini masih berlangsung secara bertahap dengan dominasi penyaluran melalui Bank Mandiri dan BRI. Bank BNI juga sudah mulai menyalurkan bantuan, meskipun distribusinya belum merata di seluruh wilayah Indonesia. Begitu pula dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), kampanye penyaluran bansos masih terbatas kepada sejumlah kecil KPM.
Penyaluran Beras 20 Kg untuk KPM
Selain dana tunai, pemerintah melanjutkan penyaluran bantuan pangan berupa beras seberat 20 kg untuk setiap KPM. Program ini bertujuan memperkuat ketersediaan pangan dan mengurangi beban konsumsi keluarga miskin. Total sekitar 22 juta keluarga penerima manfaat telah dijadwalkan untuk menerima bantuan ini sejak awal tahun 2025.
Distribusi beras 20 kg telah mulai dilakukan di sejumlah daerah dengan pengantaran ke kantor desa masing-masing. Penerima bantuan hanya perlu menunggu surat undangan resmi dari pemerintah untuk pengambilan beras. Penyaluran beras ini dijadwalkan mulai 7 Juli 2025 dan diharapkan dapat mendorong stabilitas harga pangan di tingkat masyarakat.
Cara Cek Status Penerima Bansos
Penting bagi masyarakat untuk memeriksa apakah mereka terdaftar sebagai penerima bantuan sosial Juli 2025 agar dapat segera melakukan klaim atau mengajukan bantuan jika belum tercatat. Pemerintah menyediakan dua cara mudah untuk melakukan pengecekan, yaitu:
-
Melalui Aplikasi Cek Bansos Kemensos RI
- Unduh aplikasi di Play Store atau App Store
- Daftar menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan data pribadi
- Pilih menu "Cek Bansos"
- Masukkan lokasi dan nama sesuai KTP
- Melalui Situs Resmi cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan data sesuai KTP
- Isi kode captcha
- Klik tombol "Cari Data"
Per 2025, terdapat sekitar 1,6 juta KPM yang belum menerima bansos dan masih tersedia waktu hingga 15 Juli 2025 untuk pencairan tahap ini. Pemerintah terus melakukan re-check dan pencairan ulang untuk memastikan distribusi bantuan berjalan optimal.
Dengan mekanisme ini, diharapkan penyaluran bansos PKH, BPNT, dan bantuan beras dapat berlangsung efektif dan tepat sasaran. Masyarakat juga dianjurkan untuk selalu memantau update resmi dari Kementerian Sosial guna memperoleh informasi terbaru terkait bansos yang sedang berjalan. Pastikan nama Anda sudah terdaftar dalam DTKS serta aktif di aplikasi resmi agar hak penerimaan bantuan sosial dapat terpenuhi dengan baik.
