Anggota Komisi I DPR RI yang juga menjabat sebagai Kapoksi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) dari Fraksi Partai NasDem, Amelia Anggraini, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait penahanan para relawan kemanusiaan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla yang berlayar menuju Gaza. Ia menegaskan bahwa aksi kemanusiaan seperti ini seharusnya tidak dipandang sebagai pelanggaran hukum, melainkan sebagai bukti keberanian moral dunia dalam menanggapi penderitaan rakyat Palestina.
Amelia secara tegas menyatakan, “Kita semua berduka dan prihatin atas penahanan para relawan kemanusiaan dalam misi Global Sumud Flotilla, sebuah gerakan yang lahir dari suara nurani dunia untuk rakyat Gaza.” Menurutnya, relawan yang ikut dalam misi ini tidak membawa senjata ataupun agenda politik. Sebaliknya, mereka membawa harapan dan upaya kemanusiaan dalam menghadapi blokade yang membungkam Gaza.
Misi Global Sumud Flotilla ini diikuti oleh sekitar 30 warga negara Indonesia dari berbagai latar belakang. Di antara mereka terdapat publik figur dan aktivis seperti Wanda Hamidah serta Muhammad Fatur Rohman, yang tergabung dalam organisasi kemanusiaan Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) dan Relawan Nusantara. Hal ini menunjukkan keikutsertaan aktif elemen masyarakat Indonesia dalam gerakan kemanusiaan internasional.
Amelia menyoroti bahwa keberanian para relawan ini mencerminkan nilai-nilai universal bangsa Indonesia, yaitu gotong royong, empati, dan solidaritas lintas bangsa. Ia juga memandang bahwa langkah unik ini melambangkan peran aktif Indonesia di dunia internasional, terutama dalam konteks diplomasi kemanusiaan. “Keberanian mereka adalah pantulan dari nilai-nilai bangsa kita. Ini wajah lain dari diplomasi Indonesia, bangsa yang tidak tinggal diam ketika kemanusiaan dilukai,” ujarnya.
Selain mengungkapkan keprihatinan, Amelia memberikan dukungan penuh kepada seluruh armada flotilla kemanusiaan dari berbagai negara, termasuk Global Sumud Flotilla dan Freedom Flotilla Coalition. Ia memuji keberanian mereka yang berani menembus batas demi tegaknya kemanusiaan.
Menurut Amelia, aksi flotilla ini bukan hanya simbol solidaritas, melainkan juga wujud perlawanan moral terhadap ketidakadilan global. Ia menekankan bahwa bantuan kemanusiaan tidak pernah menjadi tindak kriminal. “Bantuan kemanusiaan bukanlah kejahatan. Setiap upaya untuk menghalangi gerakan kemanusiaan adalah pelanggaran terhadap nurani global dan semangat Piagam PBB,” tegasnya.
Amelia berharap para relawan yang kini mengalami penahanan mendapatkan perlindungan hukum dan kemanusiaan yang semestinya sesuai dengan hak asasi manusia. Dalam pernyataan penutupnya, Amelia menyampaikan harapan agar keberanian para relawan itu menjadi inspirasi bagi dunia. Ia percaya bahwa semangat kemanusiaan tidak akan pernah bisa diblokade atau dihentikan oleh kekuatan manapun.
Misi Global Sumud Flotilla merupakan bagian dari upaya komunitas internasional memperjuangkan akses kemanusiaan ke Gaza, yang selama ini mengalami blokade ketat. Aksi ini mendapat perhatian luas karena menyoroti pentingnya solidaritas global dalam merespons penderitaan kemanusiaan, terutama di wilayah yang terjerat konflik panjang seperti Palestina.
Langkah yang diambil para relawan Indonesia menunjukkan bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dapat dijunjung tinggi dalam era geopolitik yang penuh tantangan. Dengan dukungan tokoh politik seperti Amelia Anggraini, harapan bagi perlindungan fasilitasi untuk misi kemanusiaan semacam ini terus diperjuangkan di berbagai tingkat internasional dan nasional.
Source: www.medcom.id
