Gresik Phonska Pupuk Indonesia membuka persaingan Final Four Proliga 2026 dengan hasil yang sangat meyakinkan. Bertanding di Jawa Pos Arena, Surabaya, Jumat malam, mereka menundukkan Jakarta Popsivo Polwan 3-0 lewat skor 25-23, 25-12, 25-23.
Hasil itu langsung mengangkat Gresik Phonska ke puncak klasemen sementara sektor putri dengan tiga poin dari satu laga. Popsivo, yang datang dengan amunisi baru dari Polandia, justru pulang tanpa satu set pun dan harus puas berada di posisi terbawah klasemen.
Start kuat Gresik Phonska di babak penentuan
Kemenangan ini bukan hanya penting dari sisi poin, tetapi juga dari sisi psikologis tim. Gresik Phonska menunjukkan bahwa mereka siap bersaing sebagai kandidat juara, bukan sekadar penggembira di Final Four.
Popsivo sebenarnya datang dengan komposisi yang cukup menonjol. Mereka menduetkan opposite asal Polandia, Malwina Cecylia Smarzek, dengan Yonkaira Paola Pena, namun kombinasi itu belum cukup untuk menahan permainan rapat Gresik Phonska.
Strategi Lodi berjalan efektif
Pelatih Gresik Phonska, Alessandro Lodi, mengatakan timnya sudah mempelajari pola permainan Popsivo sejak jauh hari. Ia menegaskan persiapan itu berjalan baik meskipun sempat ada kendala karena beberapa pemain mengalami sakit beberapa jam sebelum pertandingan.
“Kami menganalisa permainan Popsivo dan menyiapkan tim dengan baik untuk pertandingan malam ini. Kemenangan ini sangat penting bagi tim kami,” kata Lodi seusai laga.
Pernyataan itu terlihat sejalan dengan jalannya pertandingan. Gresik Phonska tampil disiplin, minim panik, dan mampu memanfaatkan kesalahan lawan pada momen-momen penting.
Set pertama menentukan arah pertandingan
Set pembuka berlangsung paling ketat karena kedua tim saling mengejar angka sejak awal. Popsivo masih mampu menjaga ritme, tetapi mereka mulai goyah ketika memasuki poin-poin krusial.
Kesalahan sendiri dari Popsivo memberi ruang bagi Gresik Phonska untuk menutup set pertama 25-23. Keunggulan tipis itu menjadi titik awal perubahan besar dalam pertandingan.
Pada set ini, Gresik Phonska terlihat lebih tenang dalam pengambilan keputusan. Mereka tidak tergesa-gesa, sementara Popsivo beberapa kali kehilangan momentum karena menerima tekanan di fase akhir set.
Set kedua jadi titik balik
Ketika memasuki set kedua, permainan Popsivo menurun tajam. Serangan mereka lebih mudah terbaca, sementara beberapa upaya juga kandas karena blok Gresik Phonska tampil efektif.
Gresik Phonska langsung menjauh dan sempat unggul 16-8 sebelum menutup set dengan skor telak 25-12. Di fase ini, perbedaan kesiapan mental dan ketajaman eksekusi terlihat sangat jelas.
Berikut gambaran singkat jalannya tiga set pertandingan:
- Set pertama: ketat, Gresik Phonska menang 25-23
- Set kedua: dominan, Gresik Phonska menang 25-12
- Set ketiga: Popsivo sempat bangkit, Gresik Phonska menang 25-23
Popsivo sempat melawan, tetapi gagal menjaga momentum
Tertinggal dua set, Popsivo mencoba bangkit pada set ketiga. Mereka sempat mengejar dan menyamakan kedudukan 16-16 setelah sebelumnya tertinggal 6-8.
Namun upaya itu tidak berumur panjang. Kesalahan di momen penting kembali membuat Popsivo kehilangan kendali, sementara Gresik Phonska tetap menjaga fokus hingga unggul 22-19 dan menyelesaikan laga dengan kemenangan 25-23.
Pelatih Popsivo, Darko Dobreskov, mengakui timnya tampil buruk terutama pada set kedua. Ia menyebut banyak kesalahan sendiri membuat timnya sulit berkembang sepanjang laga.
“Kami tidak bermain bagus, terutama pada set kedua. Banyak sekali kesalahan dibuat dan jelas itu tidak bagus buat tim,” ujar Dobreskov.
Ia juga menilai Smarzek masih memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan sistem permainan tim dan atmosfer kompetisi di Indonesia. Situasi itu tampak memengaruhi konsistensi Popsivo dalam laga pertama mereka di final four.
Pemain kunci dan kontribusi angka
Dari sisi produktivitas poin, Gresik Phonska mendapat kontribusi paling besar dari Oleksandra Bytsenko yang mencetak 17 poin. Anne Valentine Mitchem menyusul dengan 15 poin dan Mediol Yoku menambah 11 poin.
Di kubu Popsivo, Yonkaira Paola Pena menjadi penyumbang angka terbanyak dengan 14 poin. Smarzek mencatat 11 poin, sedangkan Arsela Nuari menyumbang 9 poin untuk timnya.
Kontribusi itu menunjukkan Gresik Phonska lebih merata dalam menyerang. Mereka tidak bergantung pada satu pemain saja, dan pola itu membuat lawan kesulitan membaca arah serangan.
Klasemen sementara Final Four Proliga 2026 sektor putri
- Gresik Phonska Pupuk Indonesia: 1 main, 1 menang, 0 kalah, set 3-0, 3 poin
- Jakarta Electric PLN: 1 main, 1 menang, 0 kalah, set 3-2, 2 poin
- Jakarta Pertamina Enduro: 1 main, 0 menang, 1 kalah, set 2-3, 1 poin
- Jakarta Popsivo Polwan: 1 main, 0 menang, 1 kalah, set 0-3, 0 poin
Posisi ini membuat Gresik Phonska berada dalam posisi awal yang ideal untuk menjaga momentum di laga-laga berikutnya. Sementara itu, Popsivo harus segera memperbaiki penerimaan servis, organisasi serangan, dan efektivitas blok jika ingin kembali bersaing dalam perebutan tiket menuju partai puncak.
Gresik Phonska kini memegang kendali awal persaingan final four, dan kemenangan atas Popsivo memberi sinyal jelas bahwa mereka datang ke Surabaya dengan kesiapan penuh untuk mempertahankan posisi teratas.





