Andy Robertson resmi menyatakan akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim ini setelah sembilan tahun membela klub asal Merseyside itu. Keputusan bek kiri asal Skotlandia tersebut menandai berakhirnya salah satu periode paling sukses dalam kariernya, sekaligus membuka babak baru bagi The Reds di sisi kiri pertahanan.
Pengumuman itu disampaikan Robertson melalui laman resmi klub pada Jumat, 10 April, dan ia menegaskan bahwa langkah ini bukan keputusan yang diambil dengan mudah. Ia menyebut sudah mencurahkan “hati dan jiwa” untuk Liverpool dan merasa waktunya kini tepat untuk mencari tantangan baru.
Akhir dari Era Panjang di Anfield
Robertson datang ke Liverpool dari Hull City pada 2017 dengan nilai transfer yang relatif murah untuk ukuran pemain utama klub elite. Sejak saat itu, ia berkembang menjadi salah satu bek kiri paling konsisten di Liga Primer Inggris dan menjadi bagian penting dari sistem permainan Jurgen Klopp.
Dalam kurun sembilan musim, Robertson dikenal bukan hanya karena disiplin bertahan, tetapi juga karena kontribusinya dalam membangun serangan dari sisi kiri. Kecepatan, stamina, dan umpan silangnya membuat ia cocok dengan pola permainan Liverpool yang agresif dan cepat.
Pemain berusia 32 tahun itu menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki penyesalan selama mengenakan seragam merah. Ia juga menegaskan akan tetap tampil maksimal hingga laga terakhir musim ini demi memberi perpisahan terbaik untuk suporter.
Catatan Statistik yang Menggambarkan Peran Besarnya
Selama berseragam Liverpool, Robertson mencatat angka yang menunjukkan konsistensi dan pengaruh besar di tim. Data tersebut memperlihatkan bahwa ia bukan sekadar bek bertahan, melainkan salah satu sumber kreativitas dari lini belakang.
- Penampilan: 373 laga
- Gol: 13 gol
- Assist: 69 assist
- Gelar Liga Primer Inggris: 2 kali
- Gelar Liga Champions: 1 kali
- Gelar domestik lain: 1 Piala FA, 2 Piala Liga, 1 Community Shield
- Gelar internasional: 1 Piala Dunia Antarklub, 1 Piala Super UEFA
Kontribusi itu menempatkan Robertson dalam jajaran pemain penting era kejayaan Liverpool di bawah Klopp. Ia ikut membantu klub mengakhiri penantian panjang untuk gelar liga dan tampil kompetitif di level domestik maupun Eropa.
Warisan di Sisi Kiri Pertahanan
Keputusan Robertson untuk pergi akan memaksa Liverpool mencari solusi baru di posisi yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama mereka. Kehilangan pemain yang sudah memahami sistem tim dengan sangat baik tentu bukan perkara sederhana, terutama karena perannya selama ini tidak tergantikan dalam banyak pertandingan besar.
Di ruang ganti, Robertson juga dikenal sebagai sosok berpengalaman yang memberi stabilitas dan energi bagi tim. Kombinasi kepemimpinan, kerja keras, dan konsistensi membuat kepergiannya terasa lebih besar daripada sekadar perpindahan pemain biasa.
Robertson sendiri menyadari bahwa momen perpisahan ini emosional, tetapi ia menekankan sikap profesional hingga musim berakhir. Dengan sisa waktu yang ada, fokusnya tetap pada performa Liverpool dan upaya menutup kebersamaannya dengan capaian sebaik mungkin.
Jejak yang Sulit Digantikan
Dalam sembilan tahun, Robertson berubah dari rekrutan bernilai hemat menjadi salah satu figur penting dalam sejarah modern Liverpool. Pencapaiannya memperlihatkan bagaimana seorang pemain bisa berkembang pesat ketika bertemu dengan lingkungan yang tepat dan sistem yang mendukung.
Bagi Liverpool, kepergian Robertson tidak hanya berarti kehilangan seorang bek kiri, tetapi juga kehilangan sosok yang menjadi bagian dari identitas tim dalam satu era penuh trofi. Sementara bagi Robertson, kesempatan membela klub sebesar Liverpool selama hampir satu dekade menjadi pencapaian yang ia sebut sebagai kehormatan besar dalam karier profesionalnya.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com






