Freddie Woodman berpeluang besar mengawal gawang Liverpool saat menjamu Crystal Palace di Stadion Anfield pada laga pekan ke-34 Liga Inggris. Peluang itu terbuka setelah masalah kebugaran menyerang sektor penjaga gawang The Reds menjelang pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (25/4/2026) mendatang.
Situasi Liverpool menjadi perhatian karena Giorgi Mamardashvili disebut mengalami masalah lutut saat menghadapi Everton pada akhir pekan lalu. Mengacu laporan dari Detik Sport, kiper asal Georgia itu diperkirakan harus absen selama dua pekan, sementara Alisson Becker masih menjalani pemulihan cedera hamstring.
Kesempatan Langka untuk Woodman
Jika dipercaya tampil sejak menit awal, laga kontra Crystal Palace akan menjadi momen penting bagi Woodman. Kiper berusia 29 tahun itu sebelumnya hanya masuk menggantikan Mamardashvili pada menit ke-59 dalam derby Merseyside melawan Everton.
Woodman sendiri belum banyak memiliki jam terbang di Liga Inggris. Sepanjang kariernya, ia baru mencatat empat penampilan di kompetisi tersebut, dan semuanya terjadi pada awal musim 2021/2022.
Pengalaman itu membuat peluang tampil bersama Liverpool terasa spesial. Woodman juga mengakui adanya rasa gugup ketika mendapat kesempatan bermain melawan Everton, namun ia menilai perasaan itu justru bisa membantu menjaga fokus.
“Jujur saya sedikit gugup (saat main lawan Everton),” ujar Woodman.
“Tapi saya rasa gugup itu justru membuat Anda semangat, ingin tampil sebaik mungkin dan tidak mengecewakan orang-orang,” katanya.
Latar Emosional Lawan Crystal Palace
Laga melawan Crystal Palace juga punya makna tersendiri bagi Woodman. Ia tumbuh sebagai penggemar klub berjuluk The Eagles tersebut dan pernah menimba ilmu di akademi Palace.
Woodman juga sempat menjadi ball-boy di klub itu sebelum menjalani karier sebagai pesepak bola profesional. Kondisi tersebut membuat kemungkinan tampil di Anfield melawan tim yang pernah dekat dengannya menjadi cerita menarik di tengah krisis cedera Liverpool.
“Luar biasa tentunya jika bisa bermain lagi di Premier League dan Liverpool. Saya besar sebagai fans Palace, saya jadi ball-boy dan bermain lawan mereka di Carabao Cup,” ucapnya.
Meski ada sisi emosional, fokus Woodman tetap tertuju pada tugas profesional di bawah mistar Liverpool. Ia menegaskan akan siap jika tim pelatih memberinya kepercayaan untuk tampil sejak awal.
Liverpool Masih Menunggu Kepastian
Kondisi Mamardashvili dan Alisson membuat Liverpool harus menyiapkan opsi terbaik di posisi kiper. Situasi ini menempatkan Woodman sebagai kandidat paling realistis untuk mengisi posisi starter, terutama dengan absennya dua nama utama yang sedang bermasalah dengan kebugaran.
Woodman juga menunjukkan sikap menghormati rekan setimnya yang sedang cedera. Ia berharap Mamardashvili dan Alisson segera pulih, sambil tetap menjaga kesiapan diri jika dipasang di laga penting kontra Crystal Palace.
“Semoga saja Giorgi bakal pulih, lalu Ali juga. Dia kiper terbaik dunia, saya ingin dia pulih. So, kita tunggu saja hari Sabtu nanti. Saya cuma perlu siap-siap andaikan saya benar-benar bermain,” ujar Woodman.
Dengan kondisi tersebut, perhatian kini tertuju pada keputusan final staf pelatih Liverpool. Jika kesempatan itu datang, Woodman bukan hanya menjalani laga penting di Anfield, tetapi juga menghadapi pertandingan yang menyimpan arti personal karena hubungan lamanya dengan Crystal Palace.
