Pep Guardiola memberikan pujian terbuka kepada Declan Rice setelah cuplikan reaksinya usai laga Arsenal menjadi viral. Gelandang Arsenal itu sempat menegaskan bahwa perebutan gelar juara belum selesai meski timnya kalah 1-2 di markas Manchester City.
Komentar Rice langsung menarik perhatian karena muncul di tengah perubahan peta persaingan klasemen. Arsenal sempat kehilangan posisi nyaman setelah hasil tersebut, sementara Manchester City kemudian kembali mengambil alih puncak klasemen berkat kemenangan atas Burnley di tengah pekan.
Respons Guardiola
Ketika ditanya soal video viral Rice, Guardiola tidak menanggapinya sebagai sindiran atau tekanan tambahan. Justru, manajer Manchester City itu memilih memberi apresiasi atas sikap dan keyakinan pemain Arsenal tersebut.
“Saya menyukainya,” kata Guardiola kepada Sky Sports. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa ia memandang reaksi Rice sebagai bagian dari mentalitas tim penantang gelar, bukan sekadar komentar emosional setelah kekalahan.
Guardiola juga menilai bahwa keberanian Rice berbicara seperti itu menunjukkan level kompetisi yang sedang dijalani Arsenal. Menurutnya, tim yang tidak punya kekuatan mental sulit bertahan di jalur perebutan trofi sampai fase akhir musim.
Arsenal Masih Dipandang Berbahaya
Dalam penjelasannya, Guardiola menegaskan bahwa Arsenal masih punya daya saing yang nyata. Ia menyebut mentalitas sebagai salah satu alasan utama mengapa The Gunners dapat terus berada di papan atas.
“Itulah mengapa Arsenal ada di persaingan gelar juara,” ujarnya. Kalimat itu menegaskan penghargaan Guardiola terhadap konsistensi dan tekad skuat asuhan Mikel Arteta.
Ia juga menyinggung bahwa Arsenal belum terkalahkan di Liga Champions, yang menurutnya mencerminkan motivasi besar dalam tim. Bagi Guardiola, situasi itu menunjukkan bahwa Arsenal tidak kehilangan dorongan meski baru saja menerima hasil buruk di liga domestik.
Dampak pada Persaingan Puncak Klasemen
Kekalahan Arsenal dari Manchester City sempat membuat jarak di papan atas hanya tersisa tiga poin. Situasi itu menambah ketat persaingan dalam perburuan gelar, terutama karena selisih kecil dapat langsung mengubah posisi dua tim teratas.
Namun, hasil berikutnya membuat Manchester City berbalik unggul. Dengan koleksi 70 poin dari 33 pertandingan dan keunggulan produktivitas gol, tim Guardiola kini berada di posisi yang lebih baik dalam klasemen.
Perubahan itu tidak membuat Guardiola menurunkan kewaspadaan. Ia justru menilai laga-laga terakhir akan tetap berjalan ketat karena Arsenal masih menunjukkan tekad kuat untuk menekan sampai akhir.
Makna dari Reaksi Declan Rice
Bagi banyak pendukung Arsenal, komentar Rice menjadi pesan penting bahwa ruang untuk mengejar gelar belum tertutup. Ucapan itu memberi sinyal bahwa skuad tidak ingin larut dalam kekecewaan setelah hasil negatif di kandang City.
Guardiola pun menangkap pesan yang sama. Ia melihat ucapan Rice sebagai tanda bahwa Arsenal masih memiliki keyakinan penuh terhadap peluang mereka, baik di liga maupun di kompetisi lain.
Sikap itu, menurut Guardiola, justru membuat persaingan semakin menarik. Arsenal masih memiliki alasan untuk terus bertarung, dan City pun harus bersiap menghadapi tekanan sampai pertandingan terakhir musim ini.
