Jakarta Pertamina Enduro membuka peluang besar untuk merebut gelar juara usai menundukkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia pada leg pertama grand final Proliga 2026. Bermain di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat (24/4/2026), Pertamina menang 3-1 lewat pertarungan yang sempat berjalan ketat dan penuh tempo tinggi.
Kemenangan ini membuat Pertamina hanya tinggal selangkah lagi menuju podium tertinggi. Jika kembali mengalahkan Phonska pada laga kedua, Sabtu (25/4/2026), gelar juara langsung menjadi milik mereka, sedangkan kemenangan Phonska akan memaksa digelarnya laga ketiga pada Minggu (26/4/2026).
Phonska sempat unggul lebih dulu
Gresik Phonska Plus memulai pertandingan dengan percaya diri dan berhasil menekan lebih dahulu. Koordinasi Pertamina yang belum rapi dimanfaatkan dengan baik oleh Phonska untuk merebut set pembuka 25-19.
Medi Yoku menjadi salah satu pemain yang menonjol dalam serangan Phonska. Dukungan umpan dari Arnetta Putri juga membantu tim asal Gresik itu menjaga ritme permainan di awal laga.
Pertamina bangkit dan balik menekan
Setelah tertinggal, Pertamina mulai menemukan pola terbaiknya di set kedua. Variasi serangan yang dibangun Tisya Amallya membuat distribusi bola ke Irina Voronkova dan Wilma Salas lebih efektif untuk menembus blok lawan.
Tekanan servis Pertamina ikut membuat Phonska kehilangan kenyamanan dalam membangun serangan. Hasilnya, tim Jakarta itu menyamakan kedudukan dengan kemenangan 25-19.
Megawati dan Voronkova jadi pembeda
Momentum pertandingan sepenuhnya beralih ke kubu Pertamina pada set ketiga. Kesalahan komunikasi Phonska dimanfaatkan dengan agresif oleh Megawati Hangestri melalui smash-smash keras yang menekan pertahanan lawan.
Pertamina kembali menang 25-19 dan berbalik unggul 2-1. Pada fase ini, permainan Pertamina terlihat lebih tenang dan lebih efektif saat memasuki poin-poin penting.
Set keempat berlangsung paling ketat
Phonska masih berupaya memaksakan laga hingga set kelima pada set keempat. Namun, Irina Voronkova tampil konsisten di momen krusial dan menjaga produktivitas serangan Pertamina saat skor mulai menipis.
Dukungan pertahanan dari Shindy Saskia juga membantu tim menjaga keunggulan. Pertamina akhirnya menutup laga dengan kemenangan 25-21 dan memastikan skor akhir 3-1.
Hasil tersebut membuat Jakarta Pertamina Enduro unggul 1-0 dalam agregat grand final. Peluang mereka meraih gelar juara kini terbuka lebar, meski Phonska masih menyimpan kesempatan untuk membalikkan keadaan pada laga berikutnya.
Reaksi pelatih dan pemain
Pelatih Gresik Phonska Plus Alessandro Lodi mengakui timnya tidak tampil maksimal. Ia menilai Pertamina bermain lebih baik dan lebih siap dalam laga ini.
Sementara itu, pelatih Pertamina Bullent Karsioglu menekankan pentingnya fokus bertahap dalam perburuan gelar. Ia menyebut kondisi pertandingan yang panas tidak menghalangi timnya untuk tampil solid dan percaya diri.
Kapten tim Pertamina, Tisya Amallya, menilai kesabaran menjadi faktor penting dalam kebangkitan timnya setelah kehilangan set pertama. Ia juga menyebut timnya mampu bermain lebih tenang saat tekanan meningkat di set-set berikutnya.
Source: www.beritasatu.com






