Bernardo Tavares Tak Mau Persebaya Terlena, PSBS Biak Bisa Jadi Batu Sandungan Di GBT

Bernardo Tavares memilih memasang alarm kewaspadaan jelang laga Persebaya Surabaya melawan PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo. Meski Bajol Ijo berada di posisi yang jauh lebih baik di klasemen, pelatih asal Portugal itu menilai pertandingan pembuka pekan ke-31 Super League 2025-2026 tetap menyimpan risiko besar.

Tavares melihat PSBS Biak sebagai lawan yang bisa bermain lebih lepas karena tidak dibebani target tinggi. Situasi itu, menurut dia, justru dapat membuat tim berjuluk Badai Pasifik tampil berbahaya dan mengganggu tren positif Persebaya.

Jangan terlena dengan posisi klasemen

Persebaya saat ini menempati peringkat kelima dengan koleksi 48 poin dari 30 pertandingan. Di sisi lain, PSBS Biak masih berada di dasar klasemen sementara setelah menjalani 30 laga dengan catatan empat kemenangan, enam seri, dan 20 kekalahan.

Kondisi itu membuat Persebaya di atas kertas lebih diunggulkan. Namun, Tavares menolak pendekatan yang mengarah pada rasa percaya diri berlebihan karena ia menilai lawan yang tertekan justru sering tampil tanpa beban.

“Kami harus tetap rendah hati. PSBS Biak bermain tanpa beban. Meski mereka dalam situasi sulit, itu justru bisa membuat mereka tampil lebih lepas. Kami wajib menghormati mereka,” ujar Bernardo Tavares dilansir dari laman resmi klub.

Disiplin jadi kunci utama

Mantan pelatih PSM Makassar itu menekankan bahwa fokus Persebaya harus diarahkan kepada permainan sendiri. Ia meminta para pemain menjalankan rencana yang sudah disiapkan, mengikuti instruksi, dan menjaga kualitas mental maupun teknis sepanjang laga.

Tavares juga menolak anggapan bahwa Persebaya bisa menang mudah hanya karena lawan sedang terpuruk. Menurutnya, pikiran seperti itu berbahaya dan bisa membuat tim kehilangan konsentrasi di momen penting.

“Fokus utama adalah diri sendiri. Jalankan rencana permainan, ikuti instruksi, dan berikan yang terbaik, baik secara mental maupun teknis di lapangan,” kata Bernardo Tavares.

Ia menambahkan, PSBS Biak tetap punya daya juang yang harus diwaspadai. Meski baru mengemas empat kemenangan sepanjang musim, Tavares menilai tim lawan tetap mampu memberi perlawanan jika Persebaya tidak disiplin.

“Kami tidak boleh berpikir akan menang dengan mudah atau skor besar. Itu pendekatan yang keliru. Kami harus menganggap mereka sebagai tim yang kuat dan tetap disiplin sepanjang pertandingan, baik saat menguasai bola maupun saat bertahan,” ucapnya.

Dukungan Bonek dan Bonita ikut dibutuhkan

Selain aspek taktik dan mental, Tavares juga menaruh perhatian pada faktor atmosfer stadion. Ia berharap suporter Persebaya, Bonek dan Bonita, hadir langsung untuk memberikan dorongan moral kepada para pemain.

Menurut dia, dukungan di kandang bisa memberi energi tambahan yang terasa langsung di lapangan. Karena itu, ia ingin timnya mendapat suntikan semangat dari tribun saat menghadapi lawan yang datang tanpa tekanan besar.

“Kami bermain di kandang, dan saya berharap Bonek serta Bonita datang untuk memberikan dukungan. Para pemain layak merasakan energi itu di lapangan,” tutur Bernardo Tavares.

Laga ini menjadi ujian bagi Persebaya untuk menjaga konsistensi di papan atas dan menghindari kejutan dari tim dasar klasemen. Dengan selisih posisi yang cukup jauh, tekanan justru ada pada tuan rumah untuk tetap disiplin sejak menit awal hingga akhir pertandingan.

Berita Terkait

Back to top button