Kriss Hatta Hingga Jeka Saragih Siap Panaskan Jakarta, Byson Fight Bawa Duel Penuh Gengsi

Ajang combat sport bertajuk Byson Fight 2026 dipastikan akan hadir di Jakarta dengan format yang menggabungkan hiburan, adrenalin, dan pembinaan atlet. Gelaran ini akan berlangsung di Mantra PIK pada 6 Juni 2026 dan menghadirkan kombinasi fighter profesional, influencer, serta atlet binaan daerah dalam satu arena.

Tagline “No Luck • No Mercy • There Is No Easy Fight” menjadi penegas arah acara ini. Lewat tema itu, penyelenggara ingin menonjolkan bahwa kemenangan di arena lahir dari kerja keras, disiplin, dan mental yang kuat.

Daya tarik utama di arena

Byson Fight 2026 tidak hanya menyajikan duel sport, tetapi juga membangun panggung yang lintas segmen. Partai influencer, laga MMA profesional, hingga pertandingan atlet amatir dari berbagai daerah dan sasana binaan masuk dalam daftar pertarungan yang disiapkan.

Nama-nama publik figur seperti Kriss Hatta, Ayu Aulia, dan DJ Farrah Zubir disebut bakal tampil di partai influencer. Kehadiran mereka menambah perhatian publik terhadap ajang yang memang dirancang untuk menjangkau penonton lebih luas.

Di sektor profesional, penonton akan disuguhi pertarungan dari fighter seperti Rizal Zulmi, Andrey Pakaryanto, Muhamad Zunit, dan Rizky Anggara. Susunan ini menunjukkan bahwa event tersebut tetap memberi ruang besar bagi kompetisi yang serius di luar unsur hiburan.

Sorotan untuk Jeka Saragih

Ajang ini juga mendapat perhatian lebih karena kehadiran Jeka Saragih sebagai guest star. Sosok petarung MMA Indonesia itu akan ikut memanaskan suasana dan menjadi salah satu magnet utama bagi penonton yang mengikuti perkembangan combat sport nasional.

Selain Jeka Saragih, event ini turut menghadirkan atlet boxing nasional asal Armenia, Henrik Sakhayan. Kombinasi nama-nama tersebut memperkuat nuansa internasional sekaligus menambah bobot pertunjukan di atas ring maupun arena tarung.

Komitmen promotor pada pembinaan

Founder Byson Fight, Sony, menegaskan bahwa ajang ini tidak semata-mata mengejar hasil akhir pertandingan. Ia menyebut event tersebut juga ingin membawa nilai pembinaan dan profesionalisme bagi para fighter yang tampil.

“Kami ingin menghadirkan event yang bukan hanya seru ditonton, tetapi juga memiliki nilai pembinaan dan profesionalisme bagi para fighter,” ujar Sony. Pernyataan itu menempatkan Byson Fight 2026 bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi talenta combat sport.

Ruang bagi petarung muda

Selain nama-nama yang sudah dikenal publik, ajang ini juga memberi panggung untuk petarung muda. Salah satunya adalah Yuanita, 15, yang mengaku antusias menjalani debutnya di Byson Fight 2026.

“Saya ingin menantang diri sendiri dan menambah jam terbang. Saya berharap bisa lebih serius mendalami dunia boxing,” ujarnya. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa event ini juga berfungsi sebagai titik awal bagi petarung muda untuk mengukur kemampuan di level yang lebih kompetitif.

Byson Fight 2026 pun diperkirakan menjadi salah satu agenda combat sport yang paling menyedot perhatian di Jakarta. Dengan format yang memadukan laga profesional, duel influencer, partai hiburan 3 lawan 1, serta kehadiran Jeka Saragih dan Henrik Sakhayan, event ini diarahkan untuk memberi panggung besar bagi perkembangan combat sport nasional.

Source: www.viva.co.id

Terkait