Dunia sepak bola Italia kembali kehilangan salah satu sosok yang pernah mencuri perhatian di Serie A. Igor Protti meninggal dunia pada usia 58 tahun setelah berjuang melawan kanker, dan kabar duka itu disampaikan oleh keluarga melalui pernyataan resmi.
Kepergian mantan penyerang legendaris ini meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya karena pencapaiannya di lapangan, tetapi juga karena pesan perpisahan yang ia sampaikan dengan tenang dan menyentuh. Dalam pernyataan terakhirnya, Protti menggambarkan hidupnya seperti sebuah laga yang akhirnya mencapai peluit akhir.
Pesan perpisahan yang menyentuh banyak hati
Protti sudah mengungkap penyakit yang dideritanya sejak Juni tahun lalu. Kondisinya kemudian memburuk ketika kanker disebut telah menyebar ke bagian tulang belakang pada September.
Di tengah perjuangan itu, ia tetap menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang-orang terdekatnya. Ia menulis, “Perjalanan indah ini, seperti setiap pertandingan, telah mencapai peluit akhir.”
Kalimat itu membuat banyak pihak terhenti sejenak, karena Protti memilih bahasa yang sederhana namun sarat makna. Ia juga menambahkan rasa terima kasih kepada keluarga, para penggemar, dan semua orang yang selama ini memberi dukungan kepadanya.
“Sulit menemukan kata-kata untuk menjelaskannya. Saya hanya bisa berterima kasih kepada keluarga luar biasa yang saya cintai, serta semua orang yang selalu menunjukkan kasih sayang,” tulisnya dalam pesan tersebut.
Jejak karier di sepak bola Italia
Nama Protti dikenal luas berkat kiprahnya bersama sejumlah klub Italia, terutama AS Bari, US Livorno, dan SS Lazio. Di antara pencapaian terbesarnya, ia pernah meraih gelar top skor Serie A ketika membela AS Bari.
Prestasi itu menempatkannya sebagai salah satu penyerang yang dihormati pada masanya. Ia bukan hanya produktif, tetapi juga meninggalkan jejak penting dalam kompetisi tertinggi sepak bola Italia.
Saat berseragam Lazio untuk periode singkat, Protti juga pernah satu ruang ganti dengan pemain Portugal seperti Sérgio Conceição dan Fernando Couto. Kehadirannya di klub-klub besar Italia memperkuat reputasinya sebagai pemain yang punya pengalaman luas dan dihargai di lingkungan profesional.
Penghormatan terakhir untuk sang legenda
Keluarga menyampaikan bahwa prosesi penghormatan terakhir akan digelar di Cecina, Italia. Informasi itu menjadi penutup kabar duka yang sejak awal sudah memunculkan simpati luas dari pecinta sepak bola.
Bagi banyak pendukung, Protti akan dikenang bukan hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga sebagai sosok yang menghadapi akhir perjalanannya dengan ketegaran. Pesan perpisahan yang ia tinggalkan membuat namanya kembali hadir di tengah publik dengan nuansa haru yang kuat.
Source: www.suara.com






