Modric Tembus Laga Ke-200, Kroasia Jaga Nafas Menuju Babak Gugur

Luka Modric mencapai tonggak bersejarah saat Kroasia menekuk Panama 1-0 pada lanjutan Grup L Piala Dunia 2026. Laga di Philadelphia itu menjadi penampilan internasional ke-200 bagi gelandang berusia 40 tahun tersebut, sekaligus menjaga peluang Kroasia untuk lolos ke babak gugur.

Kemenangan ini juga membuat persaingan di Grup L tetap terbuka hingga laga terakhir. Kroasia kini menatap duel melawan Gana pada Sabtu (27/6/2026) dengan kebutuhan meraih hasil positif demi mempertahankan asa ke fase berikutnya.

Gol tunggal yang menentukan

Kroasia baru menemukan gol pada menit ke-54 lewat Ante Budimir. Serangan berawal dari umpan silang melengkung Josip Stanišić dari sisi kanan, lalu Budimir menyelesaikannya ke gawang yang sudah terbuka.

Gol itu lahir hanya empat menit setelah pelatih Zlatko Dalić memasukkan tambahan penyerang pada babak kedua. Keputusan tersebut langsung memberi dampak, meski Dalić mengakui timnya tidak menjalani laga semudah yang diharapkan.

“Pertandingan ini sangat sulit dan sejujurnya saya tidak menyangka akan sesulit ini,” kata Dalić. Ia juga menilai Kroasia sempat tidak bereaksi dengan baik karena tekanan kebutuhan tiga poin.

Panama memberi perlawanan ketat

Dalić menyebut Panama tampil dengan kualitas yang mengejutkan. Sepanjang pertandingan, tim lawan mampu menjaga intensitas dan beberapa kali membuat Kroasia kesulitan mengembangkan permainan.

Panama hampir menyamakan kedudukan pada menit ke-67. Cristian Martínez menjaga bola tetap hidup di area sudut lapangan sebelum timnya melepaskan tiga tembakan beruntun, namun Dominik Livaković tampil sigap dengan tiga penyelamatan beruntun.

Martínez menilai timnya seharusnya bisa memanfaatkan momen dominasi. “Ini jenis pertandingan yang membuat Anda merasa mendominasi dan bisa mencetak gol,” ujarnya.

Modric di laga ke-200

Momen penting lain hadir lewat pencapaian Luka Modric yang mencapai 200 penampilan bersama timnas Kroasia. Pencapaian itu menambah bobot emosional kemenangan Kroasia, apalagi Modric tetap menjadi sosok sentral dalam permainan tim.

Tak lama setelah gol Budimir, Modric sempat memberi umpan matang kepada Marco Pašalić yang lolos sendirian. Namun, peluang tersebut digagalkan kiper Panama Orlando Mosquera sehingga Kroasia gagal menambah keunggulan.

Penghormatan khusus diberikan rekan-rekannya seusai laga. Para pemain Kroasia mengenakan kaus hitam bergambar Modric dengan angka “200” berwarna emas, sementara dua angka nolnya dibuat menyerupai simbol tak terhingga sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya.

Bek Kroasia Marin Pongračić menegaskan besarnya pengaruh sang kapten di dalam tim. “Semua orang tahu apa arti dirinya bagi kami,” kata Pongračić. Ia menyebut Modric sebagai kapten, pemimpin, dan legenda terbesar sepak bola Kroasia.

Perebutan tiket fase gugur masih terbuka

Hasil ini membuat posisi di Grup L belum aman bagi siapa pun. Inggris dan Gana sama-sama mengoleksi empat poin, sementara Kroasia berada di bawahnya dengan tiga poin.

Laga terakhir akan menjadi penentu nasib setiap tim, dengan Inggris menghadapi Panama di East Rutherford, New Jersey, dan Kroasia bertemu Gana di Philadelphia. Untuk Kroasia, kemenangan atas Panama menjadi modal penting, tetapi langkah menuju babak gugur tetap bergantung pada hasil duel penutup grup.

Source: www.beritasatu.com

Terkait