Wamenpora Taufik Hidayat, Pemerintah Tak Bisa Sendiri Membangun Olahraga Indonesia

Author: Qoo Media

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat menegaskan bahwa pembangunan olahraga Indonesia tidak bisa bertumpu pada pemerintah semata. Ia menilai keterlibatan sektor swasta dan berbagai pihak lain menjadi syarat penting agar pembinaan olahraga bisa menjangkau masyarakat lebih luas.

Pernyataan itu disampaikan usai penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pemuda dan Olahraga dan PT Nestlé Indonesia di Kantor Kemenpora, Jakarta Pusat. Taufik menekankan bahwa kerja sama seperti ini harus menghasilkan program nyata, bukan berhenti pada seremoni tanda tangan.

Kolaborasi jadi kunci pengembangan olahraga

Taufik menyebut pemerintah membutuhkan partisipasi aktif dari banyak pihak untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional. Ia menegaskan, “Dalam upaya pengembangan olahraga Indonesia, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan tentunya membutuhkan kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta.”

Ia juga mengingatkan agar MoU tidak dipandang hanya sebagai formalitas administrasi. Menurut dia, kerja sama harus diterjemahkan ke dalam langkah yang menyentuh masyarakat, terutama di tingkat akar rumput.

Fokus ke sekolah dan pembinaan usia dini

Salah satu arah kolaborasi yang disorot Kemenpora adalah perluasan program olahraga ke sekolah-sekolah. Taufik mengatakan kementeriannya akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar pembinaan olahraga lebih mudah masuk ke lingkungan pendidikan.

Langkah ini dinilai penting karena sekolah menjadi ruang awal pembentukan kebiasaan hidup aktif. Dengan pendekatan itu, program olahraga tidak hanya membina atlet, tetapi juga mendorong lebih banyak anak mengenal olahraga sejak dini.

Peran dunia usaha di tengah efisiensi anggaran

Taufik juga menilai peran dunia usaha semakin relevan ketika pemerintah menghadapi efisiensi anggaran. Dalam kondisi seperti itu, kerja sama dengan pihak swasta dapat membantu menjaga keberlanjutan program olahraga agar tetap berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Ia menempatkan kolaborasi sebagai cara agar pembinaan tidak tersendat. Pendekatan ini sekaligus membuka peluang bagi pengembangan olahraga yang lebih luas, termasuk penyelenggaraan event olahraga dan penguatan industri olahraga nasional.

Target menjangkau 2,5 juta siswa

Dari pihak PT Nestlé Indonesia, Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit Alaa Shaaban menyampaikan target menjangkau 2,5 juta siswa melalui program olahraga di sekolah pada tahun ini. Program itu tidak hanya berfokus pada aktivitas fisik, tetapi juga pembentukan karakter dan kebiasaan hidup sehat.

Alaa mengatakan pihaknya ingin melatih siswa agar aktif berolahraga dan membangun karakter pemenang. Ia menegaskan program tersebut bukan sekadar memberikan produk, melainkan juga pendidikan soal kesehatan, disiplin, kerja sama tim, dan kegigihan.

Pembentukan karakter lewat olahraga

Menurut Alaa, olahraga bisa menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai yang dibutuhkan generasi muda. Ia menyebut pentingnya asupan makanan sehat serta pola pikir yang disiplin agar anak-anak tumbuh sebagai generasi yang termotivasi untuk hidup sehat dan berprestasi.

Program yang dirancang melalui kerja sama Kemenpora dan Nestlé itu menunjukkan bahwa pembangunan olahraga kini tidak lagi hanya soal prestasi di lapangan. Fokusnya juga meluas ke pembinaan karakter, edukasi kesehatan, dan keterlibatan dunia usaha dalam memperkuat ekosistem olahraga nasional.

Source: www.viva.co.id
Terbaru