Tuan Rumah Tersingkir, Harga Tiket Piala Dunia 2026 Langsung Ambruk

Author: Qoo Media

Harga tiket Piala Dunia 2026 turun tajam setelah Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tersingkir dari turnamen. Hilangnya tiga tuan rumah itu membuat permintaan di pasar sekunder melemah, terutama untuk laga-laga fase gugur.

Penurunan paling terasa muncul pada tiket perempat final. Sejumlah pertandingan yang sempat diburu dengan harga tinggi kini dijual jauh lebih murah, dengan sebagian harga turun lebih dari 50 persen.

Perempat Final Jadi Paling Terpukul

Data pasar tiket sekunder Gametime menunjukkan perubahan besar pada beberapa laga penting. Salah satunya terjadi pada pertandingan Spanyol melawan Belgia di Los Angeles.

Partai Harga Sebelumnya Harga Setelah Tuan Rumah Tersingkir Perubahan
Spanyol vs Belgia, Los Angeles USD4.740 USD1.317 Turun hampir 68 persen
Norwegia vs Inggris, Miami USD3.888 USD1.647 Turun sekitar 57 persen

Untuk laga Spanyol kontra Belgia, harga tiket termurah atau get-in price sebelumnya mencapai sekitar USD4.740, setara Rp85,8 juta. Setelah tiga tuan rumah gagal melanjutkan langkah, harga itu turun menjadi sekitar USD1.317 atau Rp23,7 juta.

Nasib serupa dialami tiket perempat final Norwegia vs Inggris di Miami. Harga tiketnya turun dari sekitar USD3.888 atau Rp70,2 juta menjadi USD1.647 atau Rp29,7 juta.

Gugurnya Tiga Tuan Rumah Mengubah Pasar

Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada sebelumnya menjadi daya tarik utama Piala Dunia 2026 karena status mereka sebagai tuan rumah dan besarnya basis pendukung. Saat ketiganya masih bertahan, laga yang melibatkan mereka masuk jajaran pertandingan paling diminati.

Namun, keadaan berubah cepat setelah semuanya tersingkir pada babak 16 besar. Amerika Serikat kalah dari Belgia, Kanada disingkirkan Maroko, dan Meksiko takluk dari Inggris.

Kepergian tiga tim itu menghapus faktor emosional yang sebelumnya mendorong permintaan. Banyak penggemar lokal memburu tiket karena kesempatan menyaksikan tim nasional tampil di kandang sendiri bukanlah momen yang sering datang.

Bintang Besar Tetap Punya Pengaruh

Selain faktor tuan rumah, popularitas pemain dan tim besar juga ikut menentukan harga. Ketika nama-nama besar atau tim dengan basis penggemar global tidak lagi berada di turnamen, daya tarik komersial sebuah laga ikut menurun.

Salah satu contoh yang sempat menarik perhatian adalah laga yang melibatkan Cristiano Ronaldo sebelum Portugal tersingkir. Situasi seperti ini menunjukkan bahwa pasar tiket olahraga sangat bergantung pada kualitas pertandingan, popularitas tim, dan antusiasme suporter.

Peluang Baru bagi Penonton Netral

Bagi penggemar sepak bola netral, kondisi ini membuka peluang yang sebelumnya sulit didapatkan. Tiket pertandingan fase akhir yang semula terasa terlalu mahal kini menjadi lebih terjangkau di pasar sekunder.

Fenomena penurunan harga ini juga menegaskan satu hal penting: nilai komersial Piala Dunia bisa berubah cepat ketika tim besar dan negara tuan rumah tidak lagi ada di dalam persaingan. Menurut www.medcom.id, pasar tiket langsung bereaksi terhadap hilangnya daya tarik utama turnamen.

Source: www.medcom.id
Terbaru