Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri memastikan langkah mereka di Japan Open 2026 berlanjut ke babak kedua setelah menundukkan Christo Popov/Toma Junior Popov dari Prancis dengan skor 21-19, 21-13. Kemenangan itu tidak datang dengan mudah karena pasangan Indonesia sempat terganggu oleh unforced errors di awal laga.
Meski hasil akhir terlihat meyakinkan, gim pertama justru menjadi bagian paling menegangkan. Fajar mengakui dirinya sempat kehilangan keyakinan dan membuat banyak kesalahan sendiri yang memberi poin gratis kepada lawan.
Bangkit Setelah Interval
Fajar mengatakan awal gim pertama berjalan kurang baik karena terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri. Ia menyebut ada 6-7 poin yang terbuang akibat kesalahannya sebelum akhirnya permainan mulai membaik.
Setelah interval, komunikasi di dalam pasangan menjadi kunci perubahan. Fajar menjelaskan bahwa keduanya terus saling mengingatkan untuk tidak kalah dalam duel permainan dan tetap menunjukkan fight sampai akhirnya bisa mengambil alih kendali laga, seperti dikutip Medcom.id.
| Pasangan | Hasil | Skor |
|---|---|---|
| Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri | Menang | 21-19, 21-13 |
| Christo Popov/Toma Junior Popov | Kalah | 21-19, 21-13 |
Tidak Terpancing Protes Lawan
Pertandingan juga sempat memanas ketika Popov Brothers memprotes servis pasangan Indonesia. Fajar menegaskan mereka memilih tetap fokus karena umpire dan hakim servis tidak menganggap ada kesalahan dalam servis tersebut.
Menurut Fajar, menjaga konsentrasi jauh lebih penting daripada menanggapi protes lawan. Sikap itu membantu mereka tetap berada di jalur permainan yang diinginkan tanpa terdistraksi oleh perang urat syaraf di lapangan.
Adaptasi Taktik Jadi Pembeda
Muhammad Shohibul Fikri menambahkan bahwa perubahan pola permainan lawan setelah interval cukup mengejutkan. Ia menilai pasangan Prancis tampil lebih cepat di depan net, padahal sebelumnya mereka lebih banyak bermain panjang.
Perubahan itu membuat Fajar/Fikri harus cepat beradaptasi dengan ritme baru sekaligus menyesuaikan diri dengan shuttlecock yang menurut Fikri terasa berbeda dari saat latihan. Adaptasi itulah yang kemudian membantu mereka menjaga kendali permainan hingga akhir laga.
Masih Belum Puas
Walau berhasil lolos ke babak kedua, Fajar/Fikri belum merasa puas dengan performa mereka. Fikri menegaskan evaluasi akan langsung dilakukan agar penampilan pada laga berikutnya bisa lebih baik.
Pasangan ini menutup laga dengan tekad untuk tampil lebih kuat pada pertandingan selanjutnya. Hasil di Tokyo memang sudah aman, tetapi mereka tampak masih melihat banyak ruang untuk memperbaiki detail permainan.
(ASM)
Source: www.medcom.id






