Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua tim yang pernah menciptakan hasil sangat timpang dalam pertemuan mereka. Spanyol pernah menghancurkan Argentina dengan skor 6-1, sebuah catatan yang kembali relevan menjelang partai puncak.
Duel Spanyol melawan Argentina dijadwalkan berlangsung di Stadion New Jersey pada Senin (20/7) dini hari WIB. Pertandingan ini dinilai sebagai final ideal karena kedua tim datang dengan performa kuat sepanjang turnamen.
Spanyol tampil meyakinkan dengan permainan yang disebut epik dalam perjalanan menuju laga puncak. Di sisi lain, Argentina menghibur lewat kemampuan bangkit pada pertandingan-pertandingan fase gugur.
Meski final ini menjadi pertemuan besar, catatan keseluruhan kedua negara menunjukkan persaingan yang relatif seimbang. Dari 14 pertandingan, Spanyol dan Argentina sama-sama mengoleksi enam kemenangan.
| Catatan Pertemuan | Spanyol | Argentina |
|---|---|---|
| Total pertandingan | 14 laga | |
| Jumlah kemenangan | 6 kali | 6 kali |
| Pertandingan resmi sebelumnya | Piala Dunia 1966, Argentina menang 2-1 | |
| Kemenangan terbesar Spanyol yang disebut | 6-1 pada Maret 2018 | |
Sebagian besar duel kedua tim berlangsung dalam laga uji coba, sehingga sejarah pertandingan resmi mereka sangat terbatas. Sebelum final Piala Dunia 2026, mereka hanya sekali berjumpa dalam kompetisi resmi, yakni pada fase grup Piala Dunia 1966 di Inggris.
Dalam pertemuan resmi tersebut, Argentina menang 2-1 atas Spanyol. Artinya, final di Stadion New Jersey akan menjadi duel resmi kedua antara kedua tim di panggung Piala Dunia.
Kenangan paling mencolok bagi Spanyol datang pada Maret 2018, beberapa bulan sebelum Piala Dunia 2018 di Rusia digelar. Saat itu, tim yang dilatih Julen Lopetegui menang telak 6-1 atas Argentina di Stadion Metropolitano.
Lionel Messi tidak bermain dalam pertandingan tersebut. Tanpa sang bintang, Argentina tetap sempat memberi perlawanan setelah tertinggal dua gol pada babak pertama.
Diego Costa membuka keunggulan Spanyol pada menit ke-12. Isco kemudian menggandakan skor pada menit ke-27, sebelum Nicolas Otamendi memperkecil ketertinggalan Argentina menjadi 1-2 pada menit ke-39.
Spanyol menutup babak pertama dengan keunggulan tipis 2-1. Namun, jalannya laga berubah drastis setelah jeda karena tuan rumah tampil jauh lebih tajam dalam menyerang.
Isco mencetak gol keduanya pada menit ke-52 untuk membawa Spanyol menjauh menjadi 3-1. Tiga menit berselang, Thiago Alcantara menambah gol dan membuat Argentina tertinggal 1-4.
Tekanan Spanyol tidak berhenti pada fase itu. Iago Aspas mencetak gol kelima pada menit ke-74, lalu Isco melengkapi hattricknya semenit kemudian untuk mengunci skor 6-1.
Menurut catatan CNN Indonesia, kemenangan tersebut menjadi salah satu hasil terbesar Spanyol dalam sejarah pertemuan dengan Argentina. Rekor itu tidak menentukan hasil final nanti, tetapi menunjukkan bahwa La Furia Roja pernah menemukan cara membongkar pertahanan Albiceleste secara telak.
Final kali ini mempertemukan dua kubu yang kini sama-sama berada dalam kondisi terbaik pada Piala Dunia 2026. Spanyol membawa memori kemenangan besar, sedangkan Argentina datang dengan pengalaman bangkit dalam laga-laga krusial menuju partai puncak.
Source: www.cnnindonesia.com






