Trofi ASEAN Women’s MSIG Serenity Cup™ 2025, yang menjadi simbol penting bagi sepak bola wanita di Asia Tenggara, baru-baru ini mengunjungi Jakarta. Acara yang berlangsung pada 20 Juli 2023 ini adalah awal dari rangkaian Tur Trofi di wilayah ASEAN, membawa semangat baru untuk kemajuan sepak bola wanita yang tengah berkembang di kawasan ini. Kehadiran trofi ini tidak hanya menjadi lambang prestisius, tetapi juga simbol pergerakan yang mendorong perempuan untuk aktif dalam dunia olahraga, termasuk sepak bola.
Sebagai mitra utama dalam penyelenggaraan turnamen ini, MSIG menunjukkan komitmennya untuk memberdayakan perempuan melalui olahraga. Bernard Wanandi, Wakil Presiden Direktur MSIG Indonesia, menekankan pentingnya acara ini dalam mendukung perkembangan sepak bola wanita. “Dukungan ini bukan hanya bentuk komitmen kami dalam pemberdayaan perempuan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kami untuk mendorong pertumbuhan olahraga yang lebih inklusif,” ujar Wanandi. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa MSIG tidak hanya berfokus pada satu aspek, tetapi melihat pentingnya dukungan yang berkelanjutan bagi para atlet wanita.
Turnamen MSIG Serenity Cup™ 2025 dijadwalkan berlangsung di Vietnam dari 6 hingga 19 Agustus, diikuti oleh delapan negara, termasuk Indonesia. Sejak kali pertama digelar pada 2004, turnamen ini telah menjadi ajang bergengsi dan kompetitif yang menampilkan pemain muda perempuan berbakat dari seluruh ASEAN. Dengan dukungan dari MSIG, kini tersedia lebih banyak peluang bagi perempuan untuk menonjol dalam dunia sepak bola.
Trofi yang mendampingi turnamen ini dirancang oleh pengrajin terkemuka, Thomas Lyte. Bentuknya yang menyerupai kipas yang tengah mekar dan memiliki 10 lengkungan menjulang, mewakili negara-negara anggota ASEAN. Setiap lengkungan melambangkan perjalanan unik dan kontribusi masing-masing negara dalam mendorong perkembangan sepak bola wanita. Selain itu, desain elegan ini menggambarkan semangat keterbukaan dan inklusivitas dalam dunia sepak bola.
Dukungan untuk turnamen ini juga terintegrasi dengan inisiatif lainnya, seperti MSIG U-12 Girls Football Festival. Festival ini bertujuan menumbuhkan bakat pesepak bola wanita muda, melibatkan sebanyak 120 anak perempuan berusia 6 hingga 11 tahun dari berbagai akademi sepak bola lokal. “Namun, acara ini lebih dari sekadar permainan. Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk belajar dari pengalaman pemain senior dan memahami pentingnya disiplin dan ketekunan dalam mengejar impian,” jelas Manajer Timnas Putri Indonesia, Galih Kartasasmita.
Selama festival, dua pemain Timnas Wanita Indonesia, Mayzura Alifa Yusuf dan Citra Ramadhani, hadir untuk berbagi pengalaman mereka. Mayzura, yang telah membela Indonesia di berbagai turnamen AFC dan FIFA, menekankan pentingnya pengalaman sejak dini. Citra, yang telah mencetak gol penting di laga FIFA, berbagi bagaimana perjalanan panjangnya dari kompetisi lokal hingga ke tim nasional memberi banyak pelajaran berharga.
Tur trofi dan festival ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak perempuan di Indonesia untuk terlibat dalam sepak bola. Selain memberikan eksposur dan pengalaman, kegiatan ini juga mendukung pengembangan profesional olahraga wanita di Indonesia. Meskipun tantangan masih ada, kehadiran dukungan dari pihak swasta dan organisasi seperti MSIG menjadi harapan baru untuk masa depan sepak bola wanita.
Rangkaian Tur Trofi ini direncanakan berlanjut ke negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Thailand dan Singapura, sebelum turnamen dimulai di Vietnam. Langkah ini menunjukkan bahwa komitmen untuk memajukan sepak bola wanita di kawasan ini berjalan maju dengan semangat yang tak kenal lelah. MSIG, bersama Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASBWI), berkomitmen untuk terus mendorong bakat lokal, memberikan harapan untuk masa depan yang lebih cerah bagi sepak bola wanita Indonesia.







