Pemain Arema FC Roberto Pimenta Vinagre Filho dan Bali United Joao Vitor Ferrari Silva resmi dilarang tampil dalam dua pertandingan BRI Super League 2025/2026 oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Larangan ini muncul akibat perilaku tidak sportif yang dilakukan oleh kedua pemain tersebut saat pertandingan terakhir yang melibatkan klub mereka.
Komdis PSSI menggelar sidang pada 2 September 2025 dan mengambil keputusan tegas terhadap beberapa pelanggaran yang terjadi di kompetisi sepak bola Indonesia. Salah satu keputusan penting adalah menjatuhkan sanksi larangan tampil selama dua laga kepada Roberto Pimenta yang menyikut pemain Persijap Jepara sehingga mendapatkan kartu merah langsung. Selain larangan bermain, ia juga harus membayar denda sebesar Rp10 juta sebagai bentuk penegakan disiplin dalam kompetisi.
Sanksi serupa juga diterima Joao Vitor Ferrari Silva dari Bali United. Pemain asal Brasil ini mendapat kartu merah langsung karena melakukan tekel keras terhadap pemain Madura United saat pertandingan berlangsung pada akhir Agustus 2025. Komdis memutuskan larangan tampil dua pertandingan serta denda Rp10 juta untuk Joao Vitor demi menjaga sportivitas dan ketertiban dalam BRI Super League.
Selain dua pemain tersebut, Komdis PSSI juga memberikan sanksi pada pemain Persijap Jepara, Alexis Nahuel Gómez, yang terlibat insiden memukul pemain Arema FC dalam laga yang sama. Alexis mendapatkan kartu merah langsung, dilarang bermain dua pertandingan, dan didenda Rp10 juta. Ini menegaskan bahwa PSSI tidak mentolerir tindakan kekerasan di lapangan.
Komdis PSSI bukan hanya menindak perilaku pemain di lapangan, tetapi juga memberikan teguran keras kepada panitia pelaksana pertandingan Dewa United Banten FC. Teguran diberikan karena adanya personel tanpa kartu identitas (ID Card) yang berada di area mixed zone saat laga melawan Persija Jakarta pada 29 Agustus 2025. Tindakan tersebut dianggap melanggar regulasi keamanan dan protokol pertandingan.
Berikut ringkasan keputusan hasil sidang Komdis PSSI tanggal 2 September 2025:
1. Panitia Pelaksana Pertandingan Dewa United Banten FC
– Pelanggaran: Personel tanpa ID Card berada di mixed zone.
– Sanksi: Teguran keras.
2. Alexis Nahuel Gómez (Persijap Jepara)
– Pelanggaran: Memukul pemain lawan; kartu merah langsung.
– Sanksi: Larangan bermain 2 pertandingan, denda Rp10 juta.
3. Roberto Pimenta Vinagre Filho (Arema FC)
– Pelanggaran: Menyikut pemain lawan; kartu merah langsung.
– Sanksi: Larangan bermain 2 pertandingan, denda Rp10 juta.
4. Joao Vitor Ferrari Silva (Bali United FC)
– Pelanggaran: Tekel keras; kartu merah langsung.
– Sanksi: Larangan bermain 2 pertandingan, denda Rp10 juta.
Keputusan keras Komdis PSSI ini sebagai upaya menegakkan disiplin dan menjaga mutu kompetisi sepak bola nasional, terutama di tengah persaingan ketat BRI Super League yang selalu menyajikan pertandingan menarik. Larangan bermain dua pertandingan bagi pemain kunci Arema FC dan Bali United tentunya memberikan dampak tersendiri bagi strategi dan peluang kedua klub di kompetisi musim ini.
Pelatih dan manajemen kedua klub harus segera mencari solusi agar absennya kedua pemain tersebut tidak berimbas pada performa tim. Sanksi tersebut juga menjadi peringatan kepada seluruh pemain agar menjaga sikap dan menghindari tindakan yang dapat merugikan tim maupun karir pribadi.
Sanksi disiplin seperti yang dijatuhkan Komdis PSSI tidak hanya menghukum tetapi juga membentuk budaya fair play di sepak bola Indonesia. Penegakan aturan secara konsisten menjadi kunci agar kompetisi berjalan lancar dan dapat meningkatkan kualitas serta reputasi BRI Super League di mata penonton dan sponsor. PSSI melalui Komdis terus memonitor perilaku pemain, ofisial, dan panitia pertandingan demi terciptanya pertandingan yang sportif dan profesional.
Informasi ini juga menjadi bahan evaluasi bagi klub dan pemain dalam meningkatkan sikap sportif di lapangan, sekaligus memperkuat kedisiplinan sebagai bagian dari profesionalisme olahraga. PSSI berharap kejadian serupa tidak terulang dan semua pihak dapat lebih bertanggung jawab dalam menjaga nama baik kompetisi dan prestasi sepak bola nasional.







