Mercedes-Benz terus berkomitmen mengembangkan kendaraan listrik (EV) di Amerika Serikat meskipun menghadapi penurunan penjualan yang signifikan. Di tengah pasar EV yang semakin kompetitif, pabrikan Jerman ini memfokuskan produksi kendaraan listrik andalannya di fasilitas perakitan Tuscaloosa, Alabama, guna mempertahankan posisinya sekaligus menghindari tarif impor yang membebani.
Pabrik Tuscaloosa memproduksi model EQS SUV sejak 2022 dengan dukungan dari pabrik baterai terdekat di Bibb County. EQS SUV merupakan kendaraan listrik mewah berukuran besar yang menjadi alternatif andalan Mercedes untuk menggantikan model berbahan bakar fosil GLS. Harga awal model ini sekitar $90,000, yang mempertegas posisi Mercedes di segmen premium EV.
Produksi Modern dan Efisien di Alabama
Fasilitas produksi Mercedes di Tuscaloosa dilengkapi dengan teknologi canggih seperti sistem otomatisasi dan robotik dalam proses pengecatan. Kendaraan listrik ini dirakit menggunakan teknologi self-guided transport vehicles yang memindahkan modul baterai berat sekitar 900 pon.
Selain itu, robot KUKA digunakan untuk merakit komponen penggerak listrik yang krusial. Para pekerja bertugas membantu robot dengan memastikan posisi subframe yang menampung unit penggerak listrik tadi tepat di atas baterai ketika dalam proses perakitan. Untuk model 2026, EQS SUV dipasarkan dengan konfigurasi motor ganda yang mampu menghasilkan tenaga 536 hp dan akselerasi 0-60 mph dalam 4,6 detik.
Proses pengecekan kualitas menggunakan tablet yang memungkinkan pencatatan data secara real time. Sistem produksi digital MO360, dikembangkan bersama Microsoft, menghubungkan fasilitas produksi Mercedes di seluruh dunia dalam satu jaringan digital terpadu yang meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas operasional.
Tantangan Biaya dan Strategi Lokal
Salah satu kendala utama Mercedes di pasar AS adalah harga kendaraan listrik yang masih relatif tinggi. Kredit pajak federal sebesar $7,500 untuk kendaraan listrik sudah tidak lagi tersedia, sehingga harga jual kendaraan menjadi faktor yang lebih kritis. EQB SUV menjadi model listrik paling terjangkau Mercedes di pasar AS dengan harga mulai sekitar $53,000. Ini setara dengan rival seperti Audi Q4 e-tron, namun masih lebih mahal dibandingkan Tesla Model Y yang lebih populer.
Meskipun demikian, produksi lokal di Alabama dianggap sebagai langkah strategis yang tepat. Langkah ini tidak hanya menyesuaikan produksi dengan kebijakan industri dalam negeri, tetapi juga meningkatkan keandalan rantai pasok dan logistik. Selain EQS SUV, pabrik ini juga merakit model elektrik lain seperti EQE SUV dan Mercedes-Maybach EQS SUV.
Fokus Mercedes pada Masa Depan EV di Amerika
Dengan menegaskan investasi di fasilitas produksi Alabama, Mercedes-Benz menunjukkan komitmen jangka panjangnya untuk mempertahankan keberadaan kendaraan listrik di pasar AS. Produksi lokal diharapkan dapat memperkuat daya saing produk sekaligus mengatasi tantangan biaya yang membebani konsumen.
Langkah ini juga sejalan dengan tren industri otomotif global yang semakin mengarah ke elektrifikasi dan desentralisasi produksi agar lebih responsif terhadap permintaan lokal. Dengan teknologi canggih dan strategi produksi yang tepat, Mercedes berharap dapat merevitalisasi penjualan lini EQ dan mempertahankan pangsa pasar EV di Amerika Serikat.
