Tesla kembali menawarkan subsidi asuransi bagi pembeli Model 3 di China sebagai bagian dari strategi promosi yang lebih intensif. Subsidi sebesar RMB 8.000 atau sekitar $1.150 ini berlaku bagi pelanggan yang membeli Model 3 varian penggerak roda belakang, long range penggerak roda belakang, atau long range penggerak semua roda hingga tanggal 28 Februari.
Program subsidi ini diluncurkan setelah Tesla sebelumnya memperkenalkan opsi pembiayaan jangka panjang dengan bunga rendah selama 7 tahun pada awal Januari. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi perlambatan permintaan pasar otomotif di China pada awal tahun akibat sejumlah perubahan regulasi dan kebijakan fiskal.
Rincian Subsidi dan Harga Model 3 di China
Tesla menetapkan harga mulai untuk tiga varian Model 3 yang mendapat subsidi sebagai berikut:
- Model 3 penggerak roda belakang: RMB 235.500
- Model 3 long range penggerak roda belakang: RMB 259.500
- Model 3 long range penggerak semua roda: RMB 285.500
Sementara itu, varian tertinggi Model 3, yaitu versi performance dengan penggerak semua roda yang dibanderol mulai RMB 339.500, tidak masuk dalam program subsidi asuransi kali ini.
Konteks Pasar Otomotif dan Dampak Kebijakan Pemerintah
Subsidi asuransi ini bukanlah hal baru bagi Tesla di pasar China. Pada awal tahun sebelumnya, perusahaan turut menyediakan subsidi asuransi sebagai upaya mengatasi musim penurunan penjualan di awal tahun. Namun, biasanya program ini akan berangsur-angsur dihentikan saat pasar mulai membaik.
Pasar kendaraan energi baru (NEV) di China menghadapi tantangan tambahan tahun ini akibat penghapusan pembebasan pajak pembelian sebesar 5%, setelah sebelumnya pembeli terbebas dari pajak 10%. Selain itu, program subsidi tukar tambah kendaraan juga memasuki fase transisi setelah habis masa berlakunya pada pertengahan November tahun lalu, meski beberapa perpanjangan sedang dalam proses pembaruan.
Dampak Penjualan Tesla Model 3 dan Model Y di China
Meski Tesla mencatatkan penurunan penjualan secara keseluruhan di China pada tahun lalu sebesar 4,78% dengan total pengiriman mencapai 625.698 unit, Model 3 menunjukkan hasil yang relatif positif. Penjualan Model 3 naik 13,33% menjadi 200.361 unit, meskipun masih kalah dari Model Y yang tetap menjadi model terlaris meski turun 11,45% menjadi 425.337 unit.
Berikut data penjualan bulanan Model 3 dan Model Y di China selama beberapa tahun terakhir:
| Bulan | Penjualan Model 3 2025 | Penjualan Model Y 2025 |
|---|---|---|
| Januari | 8.009 | 25.694 |
| Februari | 18.771 | 8.006 |
| Maret | 25.938 | 48.189 |
| April | 8.747 | 19.984 |
| Mei | 13.818 | 24.770 |
| Juni | 16.636 | 44.848 |
| Juli | 9.851 | 30.766 |
| Agustus | 17.739 | 39.413 |
| September | 20.352 | 51.173 |
| Oktober | 6.518 | 19.488 |
| November | 26.013 | 47.132 |
| Desember | 27.969 | 65.874 |
Respons Industri terhadap Strategi Tesla
Setelah Tesla memperkenalkan pilihan pembiayaan jangka panjang dengan bunga rendah, beberapa produsen lokal seperti Xiaomi, Li Auto, Xpeng, dan Voyah juga mengadopsi strategi serupa untuk menarik konsumen. Hal ini mencerminkan persaingan ketat pada pasar kendaraan listrik terbesar di dunia.
Strategi baru Tesla ini berupaya menjaga daya tarik Model 3 di tengah kondisi pasar yang lebih menantang. Kombinasi subsidi asuransi dan pembiayaan jangka panjang memberi nilai tambah bagi konsumen dalam menghadapi biaya tambahan seperti pajak pembelian yang kini berlaku.
Dengan berbagai inisiatif tersebut, Tesla berusaha mempertahankan posisinya sebagai pemain utama di industri kendaraan listrik China. Program subsidi asuransi Model 3 ini akan berjalan sampai akhir Februari, memberikan peluang bagi pembeli yang ingin mendapatkan keuntungan dari penawaran khusus sambil menghadapi kondisi pasar yang adaptif.





