Tesla resmi mengumumkan akan menghentikan produksi Model S dan Model X, dua model flagship yang selama ini menjadi ikon perusahaan. Langkah ini diambil untuk mengalihkan fokus produksi mereka menuju pengembangan robotika, khususnya robot Optimus yang tengah dipersiapkan untuk produksi massal.
Elon Musk, CEO Tesla, menyampaikan pada laporan pendapatan kuartal keempat bahwa pabrik Fremont di California akan merubah jalur produksi Model S dan Model X menjadi jalur fabrikasi untuk robot Optimus. Target manufaktur robot ini adalah mencapai satu juta unit setiap tahun, yang menandai pergeseran besar Tesla dari kendaraan listrik ke teknologi robotik dan kecerdasan buatan (AI).
Performa Penjualan dan Pergeseran Fokus Produk
Dalam laporan Tesla, kendaraan di luar Model 3 dan Model Y—yang meliputi Model S, Model X, dan Cybertruck—tercatat hanya menyumbang 2,78% dari total pengiriman pada kuartal keempat 2025. Angka tersebut menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dibanding masa lalu. Pada awal tahun 2019, kontribusi "Other Models" mencapai sekitar 20% dari penjualan global Tesla. Namun, angka ini terus menurun setiap tahun, dan mencapai titik terendahnya dalam beberapa tahun terakhir.
Penurunan ini sejalan dengan kebijakan Tesla yang mulai mengurangi fokus pada Model S dan Model X, yang memang sejak lama sudah tidak lagi menjadi andalan penjualan utama. Model 3 dan Model Y yang lebih terjangkau menjadi tulang punggung pendapatan Tesla dalam beberapa tahun terakhir.
Sejarah dan Arti Model S serta Model X
Model S merupakan kendaraan Tesla pertama yang diproduksi secara massal dan mulai dikirimkan di AS pada tahun 2012. Sedangkan Model X, sebuah SUV listrik, mulai dikirimkan sejak September 2015. Keduanya dianggap sebagai produk premium dan memiliki performa tinggi. Namun demikian, Elon Musk mengakui bahwa keberadaan dua model ini kini lebih bersifat sentimental dan tidak lagi strategis bagi masa depan Tesla.
Cybertruck, model terbaru Tesla yang diumumkan pada November 2019 dan mulai dikirimkan di akhir November 2023, juga masuk dalam kategori "Other Models." Namun, hingga kini, Cybertruck belum menggantikan peran utama Model 3 dan Model Y di pasar.
Peralihan Produksi ke Robot Optimus
Penutupan jalur produksi Model S dan Model X tidak berarti layanan purna jual untuk kendaraan tersebut akan dihentikan. Tesla memastikan bahwa mereka tetap akan menyediakan layanan servis untuk Model S dan Model X di Amerika Serikat meskipun distribusi unit baru akan resmi dihentikan pada kuartal kedua tahun ini.
Di pasar China, Tesla sendiri sudah menghentikan penerimaan pesanan Model S dan Model X sejak April tahun lalu. Hal ini menandakan bahwa langkah ini merupakan keputusan global Tesla demi mendukung pergeseran strategi bisnis mereka.
Produksi Optimus menjadi fokus utama Tesla dalam jangka panjang. Robot ini diprediksi akan menjadi produk paling penting Tesla dalam beberapa tahun ke depan. Akun Twitter resmi Tesla Optimus bahkan menyatakan, "Model S & X akan hidup melalui saya," sebagai simbol transisi dari kendaraan listrik flagship ke pengembangan robot canggih.
Transformasi Industri Otomotif ke Era Robotika
Dengan keputusan ini, Tesla menunjukkan ambisinya tidak hanya sebatas produsen kendaraan listrik, tapi juga sebagai pelopor dalam bidang robotika dan AI. Hal ini sejalan dengan visi Elon Musk untuk membawa teknologi otonom dan otomatisasi ke level berikutnya.
Kebijakan perubahan jalur produksi di pabrik Fremont menjadi bukti nyata bahwa masa depan Tesla kini semakin berorientasi pada produk-produk teknologi tinggi di luar mobil listrik. Optimus diharapkan mampu membuka peluang baru yang lebih luas, baik dari sisi bisnis maupun teknologi.
Data Pengiriman Tesla “Other Models” 2019-2025
| Kuartal | Pengiriman | Persentase dari Total |
|---|---|---|
| Q1 2019 | 12.100 | 19,21% |
| Q4 2022 | 17.147 | 4,23% |
| Q4 2025 | 11.642 | 2,78% |
Data di atas memperlihatkan tren penurunan yang konsisten, menggambarkan bagaimana Model S dan Model X perlahan kehilangan relevansi dalam portofolio Tesla.
Tesla kini benar-benar menggeser fokus dari kendaraan mewah berbasis baterai menuju pengembangan robotik dan AI yang selama ini dipandang sebagai masa depan industri teknologi. Keputusan ini menjadi tonggak penting yang dapat mempengaruhi arah persaingan di sektor mobil listrik dan robotika global.
