Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan penjualan mobil nasional mencapai 850 ribu unit pada tahun 2026. Target ini sedikit meningkat dibandingkan realisasi penjualan sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebesar 803.687 unit.
Meski penjualan mobil pada tahun 2025 mengalami penurunan 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut tetap melampaui target Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebesar 780 ribu unit. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memproyeksikan target 850 ribu unit untuk tahun depan bersifat konservatif dan optimis dapat terlampaui.
Proyeksi dan Kapasitas Produksi
Agus menjelaskan bahwa kapasitas produksi kendaraan bermotor nasional mencapai sekitar 2,5 hingga 2,6 juta unit. Namun, target penjualan dalam negeri hanya dipatok di angka 850 ribu unit. Penetapan angka tersebut dirancang untuk memberikan ruang produksi bagi ekspor dan mengantisipasi dinamika pasar domestik yang fluktuatif.
"Kita berharap target ini realistis sehingga produsen dapat fokus pada efisiensi produksi dan penguatan pasar ekspor," ujar Menteri Agus saat menyampaikan target penjualan di JIEXpo Kemayoran, Jakarta.
Tren Positif Mobil Elektrifikasi
Pertumbuhan penjualan mobil elektrifikasi menjadi salah satu fokus Kemenperin. Sepanjang tahun 2025, penjualan mobil elektrifikasi mencapai 175.144 unit atau sekitar 21,79 persen dari total penjualan nasional. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.
Rincian penjualan mobil elektrifikasi pada tahun 2025 adalah sebagai berikut:
- Plug-in Hybrid Electric Vehicles (PHEV): 5.134 unit, naik 3.775 persen
- Battery Electric Vehicles (BEV): 103.931 unit, naik 141 persen
- Hybrid: 65.943 unit, naik 10 persen
Kenaikan paling signifikan terjadi pada segmen PHEV yang tumbuh pesat dari hanya 136 unit pada tahun sebelumnya menjadi lebih dari 5 ribu unit.
Optimalisasi Kapasitas Melalui Ekspor
Selain fokus pada pasar domestik, Kemenperin mendorong peningkatan ekspor kendaraan utuh (CBU). Pada tahun 2025, total ekspor mobil mencapai 518 ribu unit, meningkat 9,7 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 472 ribu unit. Peningkatan ekspor ini menjadi andalan untuk mengoptimalkan kapasitas produksi yang masih jauh di atas penyerapan pasar dalam negeri.
Menteri Agus menegaskan pentingnya peran kantor pusat perusahaan otomotif global untuk menambah kuota ekspor dan memperluas negara tujuan ekspor dari Indonesia. Ini dianggap strategis untuk memperkuat posisi industri otomotif nasional dalam pasar global.
Peluang dan Tantangan Industri Otomotif Nasional
Target penjualan sebesar 850 ribu unit tahun 2026 menunjukkan adanya optimisme sekaligus kehati-hatian dalam menghadapi kondisi pasar. Penurunan penjualan pada tahun 2025 menuntut industri untuk meningkatkan daya saing produk, terutama dalam segmen mobil elektrifikasi yang semakin diminati.
Dorongan pemerintah melalui kebijakan ekspor menjadi solusi untuk memanfaatkan kapasitas produksi yang besar sekaligus menjaga kestabilan industri. Perhatian terhadap teknologi ramah lingkungan juga memperlihatkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi tren otomotif global di masa depan.
Dengan proyeksi yang moderat dan kebijakan pendukung yang terarah, industri otomotif nasional diharapkan dapat terus tumbuh dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian domestik dan ekspor. Target tersebut juga mencerminkan adaptasi terhadap perubahan pasar dan kebutuhan konsumen yang semakin beragam, khususnya dalam mengadopsi teknologi elektrifikasi.
