China Wajibkan Tombol Fisik Kendali Mobil Mulai 2027 Agar Pengemudi Tak Lagi Tergantung Layar Sentuh

Pemerintah China menetapkan kebijakan baru yang mewajibkan adanya tombol fisik untuk sejumlah fungsi penting di mobil mulai pertengahan tahun 2027. Aturan ini berlaku untuk mobil produksi baru dan merupakan revisi terhadap standar nasional GB4094—2016 terkait penandaan dan pengoperasian perangkat kontrol otomotif.

Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap tren desain kokpit mobil energi baru (NEV) yang semakin mengandalkan layar sentuh besar. Selama beberapa tahun terakhir, banyak pabrikan memindahkan fungsi vital seperti transmisi, lampu sein, dan pengaturan bantuan mengemudi ke layar sentuh sentral, yang dianggap dapat meningkatkan risiko distraksi saat berkendara.

Fungsi-fungsi yang Wajib Memiliki Kontrol Fisik

Dalam revisi standar tersebut, beberapa fungsi penting wajib dilengkapi tombol fisik, antara lain:

  1. Lampu sein
  2. Hazard
  3. Klakson
  4. Pemindah gigi P/R/N/D
  5. Wiper
  6. Defogger
  7. Power window
  8. Tombol aktivasi ADAS (Advanced Driver Assistance Systems)

Adanya tombol fisik bertujuan agar pengemudi dapat mengoperasikan fungsi dasar kendaraan tanpa harus mengalihkan pandangan dari jalan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat distraksi serta menjaga fungsi dasar tetap berjalan saat sistem elektronik mengalami gangguan.

Spesifikasi dan Standar Teknis Tombol Fisik

Selain mewajibkan keberadaan tombol fisik, standar baru juga mengatur berbagai aspek teknis. Ukuran area sentuh tombol fisik minimal harus 10 mm x 10 mm agar mudah ditekan. Letak tombol harus tetap dan mudah dijangkau, serta tombol harus memberikan umpan balik berupa getaran atau suara saat digunakan. Semua persyaratan ini dibuat untuk meningkatkan ergonomi dan keamanan penggunaan tombol saat berkendara.

Proses penyusunan standar ini melibatkan berbagai pihak dari industri otomotif dan lembaga pengujian di China. Beberapa produsen besar seperti Geely, FAW-Volkswagen, BYD, dan Great Wall Motor ikut serta dalam pengembangan aturan ini bersama dengan lembaga pengujian CATARC.

Motivasi dan Dampak Perubahan Desain Interior Mobil

Kebijakan tersebut menandai perubahan arah desain interior mobil di China. Desain yang semula mengedepankan layar sentuh besar dan kokpit minimalis akan bergeser ke konsep yang lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengemudi. Hal ini sejalan dengan semakin ketatnya regulasi keselamatan kendaraan serta tuntutan konsumen yang menginginkan kemudahan serta keamanan dalam mengoperasikan fitur kendaraan.

Semakin banyak mobil NEV yang mengadopsi pengoperasian digital penuh memang menimbulkan risiko lebih besar apabila sistem mendadak mengalami gangguan. Dengan keberadaan tombol fisik, pengemudi tetap memiliki akses langsung ke fungsi-fungsi penting tanpa tergantung sepenuhnya pada sistem elektronik. Ini dianggap sebagai langkah preventif yang penting agar kendaraan tetap dapat dioperasikan secara aman dalam kondisi darurat.

Penerapan standar ini mulai 1 Juli 2027 akan berdampak pada seluruh pabrikan mobil di China. Seluruh kendaraan baru harus memenuhi kriteria tersebut agar dapat dipasarkan, sehingga produsen harus menyesuaikan desain dan teknologi interior mereka. Kebijakan ini diharapkan dapat menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan aspek keselamatan berkendara.

Implementasi kontrol fisik ini juga memungkinkan kemudahan dan konsistensi penggunaan tombol meskipun kondisi pencahayaan atau situasi perjalanan tidak ideal. Faktor umpan balik haptik dan suara memberikan konfirmasi langsung kepada pengemudi, mengurangi risiko salah input yang kerap terjadi pada layar sentuh. Dengan begitu, mobil-mobil produksi di China disiapkan untuk memberikan pengalaman mengemudi yang lebih aman dan nyaman di masa depan.

Exit mobile version