Pemerintah berencana mengimpor 105.000 unit mobil secara utuh (Completely Built Up/CBU) dari India untuk pasar Indonesia. Rencana ini mendapat penolakan dari industri kaca nasional karena dikhawatirkan mengurangi permintaan produk kaca lokal secara signifikan.
Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) meminta pemerintah meninjau ulang kebijakan tersebut. Impor mobil CBU berarti kesempatan produsen kaca pengaman dalam negeri untuk memasok komponen mobil berkurang, padahal kapasitas produksi kaca nasional masih jauh dari optimal.
Kapasitas Produksi Kaca Nasional
Industri kaca lembaran di Indonesia didukung oleh empat perusahaan utama dengan kapasitas produksi mencapai 2,9 juta ton per tahun. Namun, hingga saat ini tingkat utilisasi kapasitas baru berada pada angka 66,9%. Ini menunjukkan masih ada ruang besar yang belum dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Di sisi hilir, sepuluh produsen kaca pengaman mampu menghasilkan sekitar 2,25 juta set kaca per tahun. Sayangnya, tingkat pemakaian kapasitas produksi baru mencapai 42%. Kondisi ini memperlihatkan potensi besar yang bisa dioptimalkan apabila ada peningkatan permintaan dari industri otomotif dalam negeri.
Perkiraan Dampak Penurunan Permintaan Kaca
AKLP memperkirakan bahwa dengan masuknya 105.000 unit kendaraan CBU dari India, permintaan kaca pengaman lokal berpotensi menurun hingga 10%. Proyeksi ini berdasar pada target produksi kendaraan dalam negeri yang mencapai 1 juta unit pada tahun depan.
Penurunan permintaan tersebut dapat menimbulkan kerugian serius bagi industri kaca, mengingat peran penting kaca pengaman dalam struktur kendaraan bermotor. Selain itu, dampak tersebut juga akan menurunkan nilai tambah ekonomi bagi industri nasional.
Kepatuhan Terhadap Standar Nasional
Produk kaca lokal sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 8210:2018 yang diwajibkan oleh Peraturan Menteri Perindustrian No. 15 Tahun 2025. Selain itu, produk kaca nasional rata-rata memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 50%.
Hal ini membuktikan bahwa produk kaca dalam negeri bukan hanya memenuhi kebutuhan kualitas, tapi juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai tambah ekonomi nasional melalui penggunaan komponen lokal.
Alternatif Skema Impor Incomplete Knock Down (IKD)
AKLP menyarankan pemerintah mempertimbangkan skema impor Incomplete Knock Down (IKD) sebagai alternatif. Dalam skema IKD, hanya komponen yang belum bisa diproduksi secara kompetitif di dalam negeri yang diimpor, sementara proses perakitan dan penggunaan komponen lokal tetap berjalan.
Ketua Umum AKLP, Yustinus H. Gunawan, menyatakan bahwa kebijakan impor berbasis struktur kapasitas industri ini lebih efektif. "Hal ini akan menjaga keberlangsungan industri kaca lembaran dan kaca pengaman, sekaligus mendukung agenda industrialisasi nasional yang berkelanjutan," ujarnya.
Dukungan terhadap Peningkatan Industri Nasional
Dengan menggunakan skema IKD, industri kaca dalam negeri dapat mempertahankan permintaan produk mereka dan meningkatkan utilisasi kapasitas produksi. Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat rantai nilai lokal dan meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri di sektor otomotif.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing industri kaca nasional sekaligus melindungi tenaga kerja yang bergantung pada sektor ini. Selain itu, pengoptimalan produksi kaca lokal akan mendukung pengembangan industri manufaktur di dalam negeri.
Tantangan dan Peluang Ke Depan
Sektor kaca otomotif nasional tengah menghadapi tantangan serius akibat rencana impor mobil secara utuh. Namun, masih terdapat peluang besar untuk meningkatkan produksi kaca pengaman dalam negeri sehingga dapat menyuplai kebutuhan kendaraan bermotor yang terus berkembang.
Optimalisasi kapasitas yang belum termanfaatkan perlu didukung oleh kebijakan yang mendorong pemanfaatan komponen lokal. Ini menjadi kunci agar industri kaca nasional tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dalam menghadapi dinamika pasar otomotif global dan domestik.
Dengan mempertimbangkan data kapasitas produksi dan regulasi terkait, keputusan pemerintah dalam mengatur impor kendaraan dan komponen harus lebih berwawasan industri dalam negeri. Langkah ini sangat penting untuk menjamin kesinambungan sektor kaca serta mendorong pertumbuhan industri manufaktur nasional secara menyeluruh.
Source: carvaganza.com