Strategi Indonesia Perkuat Rantai Pasok Chip Otomotif Hadapi Dominasi AI, Ancaman Serius di Tengah Krisis Semikonduktor Global!

Dominasi artificial intelligence (AI) dalam segmen semikonduktor global menimbulkan tantangan serius bagi industri otomotif, khususnya kendaraan listrik (EV). Kapasitas produksi chip kini lebih banyak dialokasikan untuk server dan high-performance computing (HPC), sedangkan sektor otomotif hanya menempati porsi kecil. Menurut data Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), pada kuartal IV 2024, segmen HPC menyumbang 53 persen pendapatan perusahaan, sementara otomotif hanya 4 persen. Kondisi ini memperlihatkan prioritas pasar global yang bergeser, sehingga pasokan chip otomotif berisiko mengalami tekanan yang berulang, seperti krisis tahun 2021.

Krisis chip automotive pada 2021 mengakibatkan hilangnya produksi miliaran kendaraan karena gangguan pasokan semikonduktor. S&P Global Mobility memperkirakan 9,5 juta unit kendaraan ringan tidak terproduksi, sementara AutoForecast Solutions mencatat 11,3 juta unit. CEO Volkswagen, Oliver Blume, menilai rantai pasok otomotif global masih rapuh dan rentan krisis serupa. John Bozzella dari Alliance for Automotive Innovation menegaskan masalah tidak terletak pada chip tercanggih, melainkan pada chip yang digunakan beragam industri dan menjadi komponen penting. Organisasi Produsen Mobil Eropa (ACEA) juga mendorong pembangunan kapasitas produksi chip mikro di wilayahnya untuk meningkatkan ketahanan industri jangka panjang.

Ketergantungan dan Peluang Indonesia di Industri Semikonduktor Otomotif

Indonesia sudah memiliki pondasi di sisi back-end semiconductor, terutama dalam proses assembly, testing, dan packaging (ATP). Infineon Technologies menjalankan fasilitas backend di Batam dengan lebih dari 2.000 pekerja dan memulai ekspansi tahun ini dengan fokus produk otomotif. Namun, Indonesia masih sangat bergantung pada impor chip. Data World Bank WITS menunjukkan impor chip terpadu (HS 854211) mencapai USD 1,61 miliar di 2023, sementara impor bagian chip (HS 854290) sekitar USD 2,44 miliar. Di sisi ekspor, Indonesia hanya mencatat USD 656,5 juta untuk chip terpadu tahun ini. Artinya, meskipun aktivitas manufaktur ada, Indonesia belum mandiri pada rantai pasok chip otomotif.

Tantangan Persaingan Regional di ASEAN

Kompetisi industri semikonduktor di Asia Tenggara makin ketat. Singapura menegaskan posisinya sebagai pusat manufaktur chip global, dengan sekitar 10 persen chip dunia diproduksi di sana. Malaysia dikenal sebagai hub outsourcing assembly dan testing (OSAT). Filipina juga punya basis kuat di assembly chip, sementara Thailand sedang mengembangkan strategi nasional semikonduktor dengan fokus pada power semiconductor, sensor, dan analog yang relevan bagi otomotif. Dalam konteks ini, Indonesia perlu menentukan fokus kebijakan yang tepat agar dapat memperdalam perannya di rantai nilai chip otomotif dalam persaingan regional yang sengit.

Strategi Fokus Indonesia: Dari Desain Chip ke Penguatan Talenta

Pemerintah Indonesia memilih jalur desain chip sebagai langkah awal masuk ke industri semikonduktor global. Pendekatan ini terukur dari sisi investasi dan menekankan pengembangan kapabilitas teknologi tinggi. Kementerian Perindustrian melalui inisiatif sejak 2019 membangun ekosistem desain chip dengan memperkuat sumber daya manusia. Pembentukan Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC) pada 2023 menyatukan 16 universitas sebagai pusat riset dan inovasi desain chip terintegrasi dengan kebutuhan industri.

Kerja sama internasional yang melibatkan Apple juga menjadi bukti nyata penguatan talenta dan riset di sektor ini. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa keberadaan ICDeC dan kolaborasi global fokus pada peningkatan sumber daya manusia dan optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hal ini menandakan Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi mulai membangun kapabilitas inovasi dalam ekosistem desain chip.

Penguatan Infrastruktur dan Roadmap Ekosistem Semikonduktor

Pengembangan desain chip kini menjadi bagian dari dokumen perencanaan pembangunan nasional (Blue Book Bappenas). Pemerintah menyediakan infrastruktur fisik yang mendukung riset dan pengujian chip, seperti ruang kolaborasi di Indonesia Manufacturing Center (IMC). Peningkatan aktivitas R&D di bidang chip design juga didorong secara intensif untuk memastikan hasil desain memenuhi standar dan siap memasuki rantai nilai global.

Roadmap Pengembangan Ekosistem Semikonduktor Indonesia menempatkan desain chip sebagai fokus utama secara bertahap, didukung oleh penguatan talenta nasional dan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, serta mitra global. Dengan pendekatan ini, Indonesia berharap tidak hanya menjadi pasar konsumsi teknologi, namun mulai memegang peran strategis di industri global.

Langkah Realistis untuk Menghadapi Dominasi AI

Menghadapi dominasi segmen AI di industri semikonduktor global, Indonesia memilih strategi pragmatis. Fokus pada pembangunan kapasitas pada chip jenis power semiconductor, analog, dan microcontroller otomotif serta penguatan assembly testing dianggap lebih realistis. Pelajaran dari krisis chip 2021 mengajarkan bahwa hambatan pasokan lebih banyak terjadi pada komponen yang digunakan secara masif lintas industri, bukan chip tercanggih.

Dalam konteks target produksi kendaraan listrik nasional dan transisi energi, penguatan rantai pasok chip otomotif menjadi bagian penting strategi peningkatan ketahanan industri. Pendekatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan Indonesia dapat bertahan di tengah pergeseran prioritas global sekaligus mengembangkan industri semikonduktor domestik yang berkelanjutan.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.kabarbursa.com

Berita Terkait

Back to top button