Mudik Lebaran 2026 Lewat One Way, Salah Ambil Exit Bisa Panik di Tengah Arus Cepat

Rekayasa lalu lintas sistem one way menjadi salah satu skema utama saat arus mudik Lebaran di ruas Trans-Jawa. Bagi pengemudi, jalur satu arah memang dapat memperlancar perjalanan, tetapi tetap menuntut persiapan dan perhatian penuh sejak sebelum masuk tol.

Pemerintah mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas mudik melalui keputusan bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Korlantas Polri. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga keselamatan, keamanan, kelancaran arus kendaraan, sekaligus mengoptimalkan kapasitas jalan nasional dan jalan tol.

Berdasarkan data dari artikel referensi, skema one way diberlakukan dari Tol Jakarta-Cikampek KM 47 sampai Tol Semarang-Solo KM 421. Penerapan itu dimulai sejak Selasa pukul 12.00 WIB hingga Jumat pukul 24.00 WIB.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, menilai one way relatif lebih aman dibanding contraflow. Menurut dia, seluruh kendaraan bergerak searah sehingga potensi konflik arus lebih kecil.

Namun, faktor aman bukan berarti pengemudi bisa lengah. Sony mengingatkan pengemudi harus memahami karakter jalur one way, terutama terkait titik keluar tol agar tidak terlewat.

“Kalau oneway lebih aman karena kecepatan kendaraannya searah, hanya harus diperhatikan arah keluar tolnya jangan sampai keterusan,” kata Sony Susmana kepada Kompas.com. Pernyataan itu menegaskan bahwa risiko terbesar justru sering muncul dari kurangnya antisipasi pengemudi sendiri.

Pahami titik masuk dan keluar tol

Pengemudi perlu mengetahui gerbang keluar sejak awal perjalanan. Langkah ini penting karena pada sistem one way tidak ada akses putar balik yang mudah seperti kondisi lalu lintas normal.

Sebelum berangkat, cek rute utama dan rute cadangan melalui peta digital serta informasi resmi operator jalan tol. Catat nama gerbang keluar, perkiraan jarak, dan titik acuan terdekat agar keputusan pindah lajur tidak dilakukan mendadak.

Kesalahan kecil saat membaca petunjuk arah bisa membuat perjalanan bertambah jauh. Kondisi itu juga berisiko memicu manuver tiba-tiba yang membahayakan kendaraan lain.

Jaga kecepatan tetap stabil

Arus kendaraan pada jalur one way biasanya terlihat lebih lancar. Meski begitu, kepadatan tetap dapat muncul sewaktu-waktu, terutama menjelang rest area, simpang susun, atau gerbang tertentu.

Karena itu, pengemudi sebaiknya menjaga kecepatan konstan dan sesuai batas yang berlaku. Hindari menambah kecepatan berlebihan hanya karena lajur terlihat longgar di depan.

Kementerian Perhubungan dan Korlantas secara umum selalu menekankan disiplin berkendara selama masa mudik. Kecepatan yang stabil membantu menjaga jarak aman dan memberi waktu reaksi lebih baik saat lalu lintas mendadak melambat.

Hindari pindah lajur secara mendadak

Perpindahan lajur mendadak menjadi salah satu pemicu gangguan arus dan kecelakaan ringan hingga berat di jalan tol. Risiko ini meningkat saat pengemudi terlambat menyadari gerbang keluar atau ingin masuk rest area dalam waktu singkat.

Gunakan lampu sein lebih awal dan periksa kondisi sekitar sebelum berpindah lajur. Bila posisi kendaraan sudah terlalu dekat dengan titik keluar, lebih aman melanjutkan perjalanan sesuai arus daripada memaksakan manuver tajam.

Istirahat sebelum masuk jalur one way

Kondisi fisik pengemudi sangat menentukan keselamatan perjalanan. Rasa lelah, kantuk, dan konsentrasi yang menurun dapat membahayakan, terutama saat kendaraan melaju dalam arus panjang dengan ritme yang monoton.

Sony Susmana menyarankan pengemudi memastikan tubuh dalam kondisi prima sebelum masuk jalur one way. Istirahat cukup dan pengaturan waktu berkendara perlu dilakukan sejak awal, bukan saat tubuh sudah terlalu lelah.

Jika harus berhenti, manfaatkan rest area sebelum memasuki ruas one way yang panjang. Langkah ini memberi ruang lebih aman untuk makan, ke toilet, mengisi bahan bakar jika tersedia, serta memulihkan fokus.

Waspadai posisi rest area yang berbeda

Pada kondisi normal, pengemudi terbiasa menemukan rest area di sisi kiri. Saat jalur one way diterapkan, posisi rest area bisa berada di sisi kanan sehingga butuh adaptasi cepat.

Perubahan ini wajib diperhatikan sejak jauh hari. Pengemudi perlu membaca papan informasi lebih awal dan mengurangi kecepatan secara bertahap bila memang akan masuk area istirahat.

Jangan memotong lajur secara mendadak hanya karena melihat akses rest area sudah dekat. Manuver seperti itu sangat berbahaya dalam arus mudik yang padat dan bergerak dengan kecepatan relatif tinggi.

Langkah aman sebelum masuk one way

Berikut panduan singkat yang relevan bagi pemudik:

  1. Pastikan saldo kartu tol cukup sebelum masuk gerbang.
  2. Cek kondisi ban, rem, lampu, air radiator, dan bahan bakar.
  3. Simpan titik gerbang keluar di aplikasi navigasi.
  4. Atur jadwal istirahat sebelum tubuh kelelahan.
  5. Jaga jarak aman dan hindari menempel kendaraan depan.
  6. Ikuti informasi resmi dari polisi, Jasa Marga, dan petugas lapangan.

Selain kesiapan teknis kendaraan, pengemudi juga perlu menyiapkan mental selama perjalanan panjang. Sikap tenang, tidak terpancing emosi, dan patuh pada arahan petugas menjadi faktor penting agar perjalanan mudik di jalur one way tetap aman, lancar, dan terkontrol dari titik keberangkatan hingga gerbang keluar yang dituju.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button