BMW Ungkap Alasan Setir Dua Jari Di EV Baru, Demi Panel Inferensi Tanpa Halangan

Author: Qoo Media

BMW kembali menarik perhatian lewat keputusan desain yang tidak biasa pada setir mobil listrik barunya. Pada jajaran EV Neue Klasse, termasuk iX3 dan i3, pabrikan asal Jerman itu memakai kemudi dua palang vertikal yang langsung memicu perdebatan di kalangan penggemar otomotif.

Pilihan ini dianggap menyimpang dari karakter BMW yang selama ini identik dengan setir tiga palang. Namun, BMW menjelaskan bahwa bentuk tersebut bukan sekadar eksperimen gaya, melainkan hasil penyesuaian terhadap tata letak kabin yang baru.

Desain setir lahir dari kebutuhan visibilitas

Menurut BMW Blog, Direktur Desain BMW Adrian van Hooydonk menyetujui format itu untuk mengurangi gangguan pandangan ke Panoramic Vision. Layar lebar tersebut dipasang di dasar kaca depan dan menggantikan panel instrumen tradisional di belakang setir.

BMW menghadapi tantangan sederhana tetapi penting: bagaimana membuat layar tetap terlihat jelas tanpa tertutup oleh bagian setir. Solusi yang dipilih adalah menghilangkan palang horizontal dan menggantinya dengan orientasi vertikal.

Van Hooydonk menegaskan bahwa masalah yang ramai dibahas di internet itu sebenarnya terkait langsung dengan posisi layar. Ia mengatakan, “In order to see that display, we needed to open up the sightline,” dan menambahkan bahwa desain setir itu “a byproduct of where BMW put the screen.”

Bukan sekadar tampil beda

Bentuk setir ini juga sempat membuat sebagian orang mengira BMW memakai setir empat palang. Padahal, bagian tempat kontrol berada tidak tersambung langsung dengan lingkar setir, sehingga tampilannya terlihat seperti mengambang.

BMW mengatakan pendekatan itu juga mempertimbangkan kemudahan penggunaan. Van Hooydonk menjelaskan bahwa sakelar ditempatkan agar mudah dijangkau ibu jari saat berkendara, bukan hanya agar terlihat futuristis.

Berikut poin penting dari desain baru tersebut:

  1. Dua palang utama diposisikan vertikal di arah pukul 12 dan 6.
  2. Kontrol di sisi setir dibuat seolah melayang dari lingkar utama.
  3. Tata letak itu dirancang untuk menjaga pandangan ke layar Panoramic Vision.
  4. BMW tetap memakai kontrol haptic, bukan tombol fisik penuh.

Debat tombol haptic masih berlanjut

Keputusan BMW memakai kontrol haptic di setir ini juga menempatkan mereka di posisi berbeda dari sebagian pabrikan lain. Volkswagen, misalnya, disebut kembali mengutamakan tombol fisik pada sejumlah model, sedangkan BMW memilih pendekatan sentuh dengan umpan balik haptik.

Pilihan itu punya konsekuensi tersendiri. Di satu sisi, desain terasa modern dan mendukung tampilan kabin yang bersih. Di sisi lain, sebagian pengemudi tetap menilai tombol fisik lebih intuitif saat mobil melaju.

BMW tampaknya sadar bahwa desain setir baru akan memancing opini keras. Karena itu, aspek ergonomi ikut diuji, bukan hanya tampilan visualnya.

Sudah diuji untuk penggunaan sporty

Van Hooydonk juga menanggapi kekhawatiran soal karakter berkendara, terutama saat mobil dipakai manuver agresif. Ia membawa mobil ke skid pad dan mengujinya sendiri untuk memastikan setir tetap bekerja sesuai kebutuhan pengemudi.

Langkah itu penting karena BMW masih ingin mempertahankan reputasinya sebagai merek yang fokus pada pengalaman mengemudi. Artinya, desain baru tidak hanya dituntut menarik di foto atau siaran peluncuran, tetapi juga harus terasa natural saat dipakai harian maupun saat dinamika berkendara meningkat.

Pada iX3 spesifikasi Eropa, setir dua palang dengan orientasi vertikal ini hadir sebagai perlengkapan standar. Konsumen juga bisa memilih versi warna putih dengan tambahan £225, atau sekitar $300 menurut kurs saat ini.

SUV listrik itu diperkirakan hadir di pasar Amerika Serikat pada musim panas 2026 dengan harga awal sekitar $60,000. Sementara itu, saudara sedannya, i3, dijadwalkan mulai diproduksi pada Agustus dan menyusul masuk pasar AS pada 2027.

BMW lewat Neue Klasse tampak ingin menunjukkan bahwa perubahan desain interior EV bukan hanya soal estetika. Dalam kasus ini, bentuk setir yang tidak biasa justru menjadi bagian dari strategi untuk menyatukan layar lebar, visibilitas pengemudi, dan identitas baru mobil listrik BMW.

Terbaru