Audi masih menyimpan peluang bagi penggemar mesin inline-five setelah 2027, tetapi aksesnya tidak akan merata di semua pasar. Di Eropa, mesin 2.5-liter TFSI dipastikan berakhir pada pertengahan 2027 karena aturan emisi Euro 7 yang semakin ketat.
Kabar ini penting karena inline-five sudah lama menjadi identitas emosional Audi. Mesin tersebut pertama kali hadir pada Audi 100 atau 5000 di Amerika Utara pada 1976, lalu menjadi ciri khas model-model Audi hingga pertengahan 1990-an sebelum kembali lagi lewat RS 3 generasi pertama, TT RS, dan RS Q3.
Warisan mesin lima silinder Audi
Audi bukan pencipta pertama mesin inline-five, tetapi merek ini berperan besar membuat konfigurasi itu terkenal. Sejarahnya terkait dengan Mercedes-Benz sebagai pembuat awal, namun pengembangan awal yang melibatkan Ferdinand Piëch membantu membuka jalan bagi karakter mesin ini di era modern.
Bagi Audi, lima silinder bukan sekadar spesifikasi teknis. Mesin ini memberi suara khas, respons yang kuat, dan karakter berbeda dari mesin empat silinder atau enam silinder yang lebih umum.
RS 3 menjadi satu-satunya penjaga
Saat ini, RS 3 adalah satu-satunya model Audi yang masih memakai mesin 2.5-liter TFSI. Pihak Audi telah mengonfirmasi kepada Motor1 bahwa model itu akan bertahan lebih lama, sehingga mesin inline-five tidak langsung hilang dari lini produk global.
Namun, masa hidup tambahan itu hanya berlaku di luar Eropa. Untuk kawasan Eropa, mesin ini tetap dihentikan pada pertengahan 2027, tanpa memandang negara mana pun selama pasar tersebut mengikuti standar Euro 7 yang lebih ketat.
Mengapa Eropa kehilangan lebih dulu
Aturan emisi Euro 7 menjadi faktor utama yang menyingkirkan banyak mobil performa di Eropa. Toyota dan Subaru tidak lagi bisa menjual 86 dan BRZ di sana karena emisi, sementara Honda juga terpaksa mengakhiri Civic Type R untuk alasan serupa.
Produsen mobil kini makin sering mengandalkan sistem hybrid atau plug-in hybrid untuk menyesuaikan diri dengan regulasi. Langkah itu membantu mempertahankan performa, tetapi juga membuat karakter mesin konvensional seperti inline-five semakin jarang ditemui.
Pasar luar Eropa masih punya kesempatan
Di luar Eropa, peluang untuk membeli Audi bermesin lima silinder masih terbuka setelah 2027. Itu berarti konsumen di pasar tertentu tetap bisa menikmati RS 3 dan mesin 2.5-liter TFSI selama model tersebut masih diproduksi dan memenuhi regulasi setempat.
Berikut ringkasan singkat status mesin ini:
- Eropa: dihentikan pada pertengahan 2027.
- Pasar luar Eropa: masih tersedia setelah 2027.
- Model saat ini: RS 3.
- Mesin: 2.5-liter TFSI inline-five.
- Penyebab utama: aturan emisi Euro 7.
Kenapa keputusan ini terasa ironis
Ada ironi dalam keputusan Audi ini karena mesin tersebut berasal dari Jerman, tetapi justru tidak bisa terus dijual di benua asalnya. Situasi itu menunjukkan bagaimana regulasi emisi kini lebih menentukan masa depan mobil penumpang dibanding loyalitas terhadap warisan teknik.
Bagi penggemar mobil performa, pesan terpentingnya jelas: mesin inline-five Audi belum benar-benar tamat, tetapi jendela waktunya semakin sempit. Selama masih tersedia di luar Eropa, RS 3 dan mesin 2.5-liter TFSI tetap menjadi salah satu sedikit contoh terakhir mesin dengan karakter unik yang bertahan di tengah pergeseran industri menuju elektrifikasi dan elektrifikasi parsial.
