GAC Trumpchi menyiapkan langkah baru di segmen SUV off-road elektrifikasi lewat model T75 yang sudah mulai dibocorkan ke publik. SUV ini dijadwalkan debut di Beijing Auto Show 2026 pada 24 April dan langsung diposisikan sebagai penantang pemain besar seperti BYD dan Great Wall Motor.
Model tersebut menarik perhatian karena mengusung teknologi plug-in hybrid dan konsep sasis digital. Informasi awal ini memperlihatkan arah pengembangan GAC Trumpchi yang semakin serius mengejar pasar kendaraan petualang modern dengan dukungan elektrifikasi.
Bocoran desain yang menegaskan karakter off-road
T75 tampil dengan bahasa desain yang tegas dan fungsional. Siluet bodinya dibuat mengotak, dengan overhang pendek dan garis atap datar untuk memberi kesan kokoh serta proporsi yang siap dipakai di medan berat.
Detail eksteriornya juga mendukung identitas itu. Spion berukuran besar, gagang pintu semi-tersembunyi, pelindung plastik di area fender, pelek hitam, dan ban serep full-size di pintu belakang model swing door menjadi ciri yang langsung membedakannya dari SUV perkotaan biasa.
Lampu utama berukuran besar turut memperkuat kesan tangguh. Kombinasi elemen-elemen tersebut membuat T75 terlihat seperti SUV yang disiapkan bukan hanya untuk tampil gagah, tetapi juga untuk menghadapi kondisi jalan yang lebih ekstrem.
Teknologi hybrid dan sasis digital
GAC Trumpchi menyebut T75 sebagai SUV off-road berkemampuan tinggi dengan dukungan sistem plug-in hybrid. Skema ini penting karena memberi kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin yang biasanya lebih sesuai untuk kebutuhan jelajah jarak jauh dan medan yang bervariasi.
Istilah sasis digital juga menjadi sorotan dalam bocoran awal tersebut. Dalam konteks industri otomotif, pendekatan ini umumnya berkaitan dengan sistem elektronik yang lebih terintegrasi, termasuk steer-by-wire dan brake-by-wire, meski GAC belum merinci teknologi yang benar-benar dipakai.
Berikut beberapa poin teknologi yang sudah terpantau pada T75:
- Sistem plug-in hybrid untuk efisiensi dan daya jelajah.
- Konsep sasis digital yang menandai penggunaan kontrol elektronik lebih maju.
- Sensor LiDAR di atap yang mengarah pada fitur bantuan pengemudi canggih.
- Sensor tambahan di fender depan untuk mendukung persepsi lingkungan kendaraan.
Uji ekstrem sebelum debut resmi
Sebelum tampil ke publik, T75 dikabarkan sudah menjalani pengujian dalam kondisi berat di Yakeshi, Mongolia Dalam. Lokasi itu dikenal memiliki suhu di bawah minus 30 derajat Celsius, sehingga cocok untuk menguji ketahanan sistem kendaraan di iklim ekstrem.
Pengujian lain juga dilakukan di jalur bersalju dengan kemiringan hingga 30 persen. Dari materi yang beredar, GAC tampaknya ingin menegaskan bahwa T75 bukan sekadar SUV elektrifikasi biasa, melainkan model yang memang disiapkan untuk performa off-road nyata.
Kehadiran sensor LiDAR di bagian atap ikut memperkuat dugaan bahwa kendaraan ini membawa paket teknologi bantuan berkendara yang cukup maju. Sumber teknologi itu belum diumumkan secara resmi, tetapi spekulasi mengarah ke Huawei karena GAC sebelumnya memang bekerja sama dengan perusahaan tersebut untuk pengembangan kendaraan pintar.
Posisi GAC Trumpchi di pasar
GAC Trumpchi sendiri bukan pemain baru. Merek mobil penumpang yang lahir pada 2010 ini menjual model berbasis mesin bensin hingga plug-in hybrid, dan secara global dipasarkan di bawah nama GAC.
Berdasarkan data China EV DataTracker, penjualan domestik GAC Trumpchi mencapai 39.391 unit sepanjang Januari hingga Februari 2026. Angka itu menunjukkan basis pasar yang tetap aktif di tengah transformasi industri otomotif Tiongkok menuju elektrifikasi.
Masuknya T75 ke panggung Beijing Auto Show 2026 diperkirakan akan menambah panas persaingan di segmen SUV off-road hybrid. Pasar ini makin ramai karena konsumen kini mencari kendaraan yang tetap tangguh di medan berat, tetapi juga efisien dan kaya fitur digital untuk kebutuhan harian.
Source: kabaroto.com






