GWM Tumbuh Saat Pasar Lesu, Tiga Model Ini Jadi Mesin Penjualan Utama

GWM Indonesia mencatat performa penjualan yang justru menguat di tengah pasar otomotif yang melambat. Sepanjang kuartal pertama, merek di bawah naungan Inchcape Indonesia itu membukukan kenaikan 164% untuk whole sales dan 269% untuk retail sales dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa strategi produk GWM mulai menemukan momentum di pasar Indonesia. Kontribusi terbesar datang dari lini Tank, disusul ORA 03, sementara Haval masih disiapkan untuk dorongan pertumbuhan berikutnya.

Tiga model paling laku saat ini

CEO GWM Indonesia, Bagus Susanto, menyebut bahwa penjualan tertinggi perusahaan ditopang oleh Tank 300, Tank 500, dan GWM ORA 03. Ia juga menegaskan bahwa capaian dalam tiga bulan pertama sudah setara dengan setengah dari total penjualan sepanjang tahun sebelumnya.

Berikut komposisi kontribusi tiga model terlaris GWM saat ini:

  1. Tank 300: 44%
  2. Tank 500: 34%
  3. GWM ORA 03: 16%

Data tersebut memperlihatkan bahwa keluarga Tank menjadi tulang punggung utama penjualan GWM di Indonesia. Sementara itu, ORA 03 tetap memberi sumbangan penting sebagai model elektrifikasi yang sudah menempati ceruk pasarnya sendiri.

Diesel jadi penggerak utama Tank Series

Kenaikan paling menonjol datang dari Tank Series, yang kini terdiri dari Tank 300 dan Tank 500. GWM menyebut versi diesel langsung mendominasi lini ini dengan porsi 90% dari total penjualan Tank Series.

Bagus Susanto menjelaskan bahwa penerimaan pasar terhadap varian diesel didorong oleh beberapa faktor. Faktor itu mencakup kedekatan konsumen Indonesia dengan mesin diesel, karakter produknya, serta harga yang dinilai rasional untuk segmen yang dibidik.

Kehadiran Diesel Tank 300 dimulai pada Juli 2025, lalu dilanjutkan Tank 500 pada Februari 2026. Meski berbeda ukuran dan karakter, keduanya memakai platform serta drivetrain yang sama.

Mengapa Tank Series cepat diterima pasar

Ada beberapa alasan yang membuat Tank Series tampil menonjol di tengah pasar yang lesu dan kompetitif. Model ini masuk ke segmen SUV bergaya tangguh yang masih punya basis konsumen kuat di Indonesia.

Faktor-faktor utamanya bisa dirangkum sebagai berikut:

  1. Mesin diesel masih punya daya tarik besar bagi konsumen lokal.
  2. Desain dan positioning Tank cocok untuk pasar SUV premium bergaya off-road.
  3. Harga dinilai cukup rasional dibandingkan fitur dan spesifikasi yang ditawarkan.
  4. Kehadiran dua model sekaligus memperluas pilihan konsumen di segmen yang sama.

Dalam konteks pasar saat ini, kombinasi itu menghasilkan respons positif. GWM berhasil mengonversi minat konsumen menjadi penjualan nyata, terutama lewat produk yang menawarkan identitas kuat dan diferensiasi teknis yang jelas.

ORA 03 masih berperan penting

Selain Tank, ORA 03 juga menjadi salah satu penopang penjualan utama GWM Indonesia. Model ini menyumbang 16% dari total penjualan dan memperlihatkan bahwa lini kendaraan listrik GWM tetap relevan di pasar domestik.

Meski porsinya belum sebesar Tank 300 dan Tank 500, ORA 03 memberi ruang bagi GWM untuk menjaga keseimbangan portofolio. Kehadirannya membantu perusahaan menjangkau konsumen yang mencari opsi mobilitas elektrifikasi di tengah transisi pasar otomotif nasional.

Arah bisnis GWM ke depan

Bagus Susanto menyebut Haval sedang dipersiapkan dengan formulasi baru agar bisa tumbuh di waktu mendatang. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa GWM belum berhenti pada tiga model yang sedang kuat saat ini, melainkan masih menata strategi untuk memperluas basis pasar.

Dengan capaian penjualan yang naik tajam dan dominasi Tank Series bermesin diesel, GWM kini punya modal kuat untuk menjaga momentum. Fokus berikutnya akan bergantung pada kemampuan perusahaan mempertahankan daya tarik Tank 300, Tank 500, dan ORA 03 sambil menyiapkan model lain untuk memperbesar kontribusi penjualan.

Source: otodriver.com

Berita Terkait

Back to top button