Daihatsu Gran Max berhasil memimpin pasar mobil nasional pada Maret dengan catatan penjualan wholesales yang menonjol. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan model niaga ini meraih permintaan kuat di tengah kebutuhan besar sektor usaha terhadap kendaraan operasional yang efisien dan serbaguna.
Varian minibus dan blind van menjadi penyumbang terbesar dengan total 4.128 unit. Sementara itu, Gran Max pick up juga tampil solid dan menempati posisi keempat daftar mobil terlaris lewat 2.919 unit pengiriman ke jaringan distribusi.
Dominasi di Segmen Niaga
Performa Gran Max tidak hanya kuat di satu tipe, tetapi merata di beberapa lini. Kombinasi ini membuat Daihatsu tetap relevan di pasar kendaraan komersial yang sangat sensitif terhadap kebutuhan logistik, distribusi barang, dan transportasi penumpang usaha.
Model pick up terus menunjukkan daya tarik tinggi karena menawarkan fungsi kerja yang praktis. Di sisi lain, blind van dan minibus mendapat respons besar dari pelaku usaha yang membutuhkan kendaraan tertutup dengan kapasitas angkut yang fleksibel.
Berikut ringkasan performa Gran Max di pasar:
- Gran Max minibus dan blind van: 4.128 unit.
- Gran Max pick up: 2.919 unit.
- Akumulasi penjualan seri Gran Max sejak 2007 hingga Februari: menembus 900 ribu unit.
- Pangsa pasar low pick up pada tahun lalu: 58 persen.
- Pangsa pasar blind van dan minibus: 92 persen.
Permintaan Tinggi dari Sektor Usaha
Tingginya angka penjualan Gran Max mencerminkan kuatnya aktivitas sektor komersial. Kendaraan ini dipilih karena dianggap mampu mendukung operasional harian, baik untuk distribusi barang maupun layanan angkutan usaha kecil dan menengah.
Catatan penjualan juga menunjukkan bahwa Gran Max masih menjadi salah satu produk andalan Daihatsu di Indonesia. Pada tahun lalu, varian pick up tercatat disalurkan lebih dari 43 ribu unit ke konsumen di seluruh Indonesia, yang menegaskan konsistensi permintaan di segmen low pick up.
Ketersediaan Unit Masih Jadi Tantangan
Di balik tingginya permintaan, Daihatsu mengakui adanya perbedaan stok di tiap dealer. Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono, menyebut kondisi ketersediaan unit belum seragam di seluruh outlet.
“Saat ini memang kondisinya di tiap outlet bisa berbeda-beda, apalagi di tiap dealer gitu ya. Karena masing-masing kan memang memiliki ketersediaan stok yang berbeda. Tapi kalau secara umum, saat ini kalau di Gran Max pick up, indennya 1 bulan. Tapi kalau yang blind van, indennya memang 1,5 sampai 2 bulan,” ujar Tri di ajang GIICOMVEC 2026 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.
Informasi inden ini penting bagi calon pembeli karena menggambarkan tingginya permintaan sekaligus terbatasnya ketersediaan unit di pasar. Kondisi tersebut juga memperlihatkan bahwa Gran Max berada pada posisi yang cukup kuat di tengah kompetisi kendaraan niaga.
Pilihan Mesin dan Harga Masih Kompetitif
Daya tarik Gran Max juga datang dari ragam pilihan yang ditawarkan. Model ini tersedia dengan opsi mesin 1.3L dan 1.5L, serta pilihan transmisi manual maupun otomatis untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna.
Dari sisi harga, lini Gran Max dipasarkan dengan rentang yang masih kompetitif di kelasnya. Tipe pick up berada di kisaran Rp 167 juta hingga Rp 180 juta, blind van dijual Rp 180 juta hingga Rp 228 juta, sedangkan minibus dibanderol Rp 212 juta hingga Rp 233 juta.
Mengapa Gran Max Kuat di Pasar
Beberapa faktor membantu Gran Max menjaga posisinya di pasar kendaraan niaga. Model ini punya reputasi kuat sebagai kendaraan kerja yang mudah dipakai, biaya operasional yang terukur, dan jaringan penjualan serta layanan purna jual yang luas.
Di tengah kebutuhan pelaku usaha yang terus berkembang, Gran Max tetap menjadi pilihan yang dianggap seimbang antara kapasitas, fleksibilitas, dan harga. Dengan tren permintaan yang masih tinggi, performa model ini berpeluang terus menjadi tolok ukur penting di segmen mobil komersial nasional.
