Suzuki Tak Goyah Dikejar Lonjakan Carry, Bidik Pangsa Pasar 9,5 Persen Tahun Ini

Suzuki menatap pasar mobil nasional dengan target pangsa 9,5 persen pada tahun ini. Ambisi itu tetap berjalan meski penjualan Carry terdorong kuat oleh kebutuhan kendaraan untuk proyek Makan Bergizi Gratis (MBG).

Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W Suzuki Indomobil Sales, Donny Saputra, mengatakan target perusahaan sudah disusun sejak awal dan tidak berubah meski permintaan di segmen komersial ringan menguat. Ia menegaskan bahwa capaian yang terjadi sejauh ini masih berada dalam rencana yang telah dibuat perusahaan.

Target berbasis pangsa pasar

Suzuki tidak memasang target dalam bentuk angka unit, melainkan dalam porsi pasar. Donny menyebut perusahaan optimistis bisa meraih market share 9,5 persen pada tahun ini.

Target itu berada di tengah total pasar otomotif yang dipatok Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo sebanyak 850 ribu unit. Dengan hitungan tersebut, Suzuki setidaknya perlu menjual sekitar 80.750 unit agar bisa memenuhi sasaran pangsa pasar yang dibidik.

Carry jadi penggerak penting

Di tengah target itu, Suzuki mendapat dorongan dari model pikap Carry. Permintaan untuk model tersebut naik karena masuk dalam kebutuhan pengadaan kendaraan Makan Bergizi Gratis, sehingga distribusinya ke jaringan dealer ikut melesat.

Suzuki mengakui bahwa MBG menjadi salah satu faktor yang membuat Carry mengalami kenaikan permintaan. Meski begitu, perusahaan menegaskan lonjakan tersebut tidak mengubah arah target penjualan keseluruhan yang sudah disusun sejak awal.

Performa Suzuki sempat naik ke tiga besar

Data distribusi pabrik ke dealer atau wholesales menunjukkan Suzuki sempat menembus posisi tiga besar merek terlaris. Pada Februari, Suzuki mencatat wholesales 9.659 unit dan berhasil melampaui Mitsubishi, Honda, maupun BYD.

Di bulan yang sama, Carry juga tampil sebagai model andalan Suzuki. Distribusinya ke dealer mencapai 6.554 unit dan menempatkan pikap tersebut di puncak daftar model terlaris di jajaran merek itu.

Memasuki Maret, posisi Suzuki bergerak ke urutan empat dengan wholesales 4.552 unit dan 4.490 unit. Pada periode yang sama, Carry masih memberi kontribusi besar lewat distribusi 2.739 unit ke dealer.

Pangsa pasar masih terjaga

Secara kumulatif, kinerja Suzuki pada Januari-Maret menunjukkan posisi yang cukup stabil. Pangsa pasar wholesales Suzuki tercatat 8,1 persen, sementara retail mencapai 9 persen.

Angka itu masih berada di bawah target 9,5 persen, tetapi menunjukkan Suzuki tetap bertahan di jalur persaingan yang ketat. Dorongan dari Carry memperkuat kontribusi Suzuki di segmen kendaraan komersial ringan, yang selama ini punya peran penting bagi volume penjualan perusahaan.

Dengan pasar nasional yang masih menunggu perkembangan permintaan di berbagai segmen, Suzuki tampak menempatkan Carry sebagai salah satu penopang utama untuk menjaga ritme penjualan sepanjang tahun ini. Fokus perusahaan kini tertuju pada upaya mempertahankan posisi pasar sambil mengejar target pangsa 9,5 persen yang sudah dipasang sejak awal periode bisnis berjalan.

Source: www.cnnindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button