Harga solar di SPBU Vivo belum berubah meski sejumlah penyedia BBM lain sudah menyesuaikan tarif. Diesel Primus masih dipatok Rp14.610 per liter, sehingga posisinya tetap lebih rendah dibanding beberapa produk diesel nonsubsidi dari merek lain.
Pergerakan harga ini muncul setelah BBM nonsubsidi di SPBU Pertamina mengalami kenaikan cukup tajam. Pertamax Turbo kini berada di Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100, Dexlite naik menjadi Rp23.600 dari Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex ikut terkerek ke Rp23.900 dari Rp14.500 per liter.
Kenaikan di Pertamina, harga lain tetap bertahan
Meski banyak produk diesel naik, tidak semua jenis BBM Pertamina ikut berubah. Pertalite tetap Rp10.000 per liter, Solar subsidi masih Rp6.800 per liter, Pertamax bertahan di Rp12.300, dan Pertamax Green masih di Rp12.900 per liter.
Kondisi ini menunjukkan penyesuaian harga berjalan selektif pada segmen nonsubsidi tertentu. Bagi pengguna kendaraan diesel, lonjakan harga pada Dexlite dan Pertamina Dex bisa langsung terasa saat pengisian rutin.
Kenaikan di Pertamina juga ikut mendorong penyesuaian pada SPBU swasta. Di SPBU BP, harga BP Ultimate Diesel naik menjadi Rp25.560 per liter dari Rp14.620 per liter, sementara harga BP Ultimate dan BP 92 tidak berubah, masing-masing tetap Rp12.930 per liter dan Rp12.390 per liter.
Vivo belum ikut menyesuaikan
Berbeda dengan beberapa pesaingnya, Vivo belum mengubah harga solar. Mengutip Antara, harga Diesel Primus di SPBU Vivo masih Rp14.610 per liter saat daftar harga diumumkan pada 1 Maret 2026.
Selain produk diesel, Vivo juga mencantumkan harga BBM lain yang belum berubah. Revvo 92 tetap Rp12.390 per liter dan Revvo 95 berada di Rp12.930 per liter.
Stabilnya harga solar di Vivo membuat merek ini terlihat menahan laju kenaikan di tengah pasar yang bergerak naik. Situasi tersebut menjadi perhatian konsumen yang membandingkan harga antar-SPBU sebelum mengisi bahan bakar.
Dampak ke konsumen diesel
Selisih harga antarproduk diesel kini cukup mencolok. Diesel Primus di Vivo terlihat jauh lebih murah dibanding BP Ultimate Diesel yang berada di Rp25.560 per liter dan juga lebih rendah daripada Dexlite Pertamina yang mencapai Rp23.600 per liter.
Perbedaan itu penting bagi pemilik kendaraan diesel yang mencari alternatif biaya operasional lebih hemat. Dalam kondisi harga pasar yang berubah cepat, daftar harga SPBU kerap menjadi acuan utama sebelum konsumen memutuskan tempat pengisian.
Sementara itu, SPBU Shell juga belum beroperasi normal karena pasokan BBM belum sepenuhnya kembali stabil. Shell Super tercatat Rp12.390 per liter dan V-Power Diesel Rp14.620 per liter, sehingga pilihan konsumen di beberapa wilayah masih sangat bergantung pada ketersediaan stok dan harga di masing-masing jaringan SPBU.
Dengan kondisi tersebut, harga solar di SPBU Vivo yang belum naik menjadi salah satu poin yang paling menonjol di tengah penyesuaian luas pada BBM nonsubsidi. Bagi pasar diesel, keputusan Vivo mempertahankan Rp14.610 per liter memberi pembanding penting saat banyak merek lain sudah bergerak naik.
