Bocah 10 Tahun Tewas Tertabrak Moge, Komunitas Harley-Davidson Minta Maaf dan Evaluasi Internal

Permohonan maaf resmi disampaikan komunitas Harley-Davidson setelah kecelakaan di Jalan Trans Sulawesi poros Rantepao–Palopo, Kabupaten Toraja Utara, menewaskan seorang bocah berusia 10 tahun. Peristiwa itu memicu sorotan karena korban berada di pinggir jalan saat rombongan moge melintas dan salah satu kendaraan kehilangan kendali.

Komunitas pengendara menyatakan penyesalan mendalam serta menyampaikan empati kepada keluarga korban. Di saat yang sama, polisi telah meningkatkan perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan pengendara yang terlibat sebagai tersangka.

Yudi Djadja selaku Director Hogers Indonesia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada kedua orang tua dan keluarga besar korban. Ia menyebut tidak ada kata-kata, materi, maupun tindakan apa pun yang mampu menggantikan kehilangan yang sangat berat itu.

Selain meminta maaf, Yudi juga menyampaikan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi pada Rabu (6/5/2026).

Permintaan maaf dan sikap komunitas

Yudi mengatakan pihaknya sejak awal bersikap kooperatif dalam menangani peristiwa tersebut. Komunitas itu juga menyatakan siap mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan serta menghormati nilai-nilai adat setempat.

Menurut dia, organisasi menghormati kewenangan aparat penegak hukum dan mendukung penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Fokus utama mereka saat ini adalah memastikan anggotanya memenuhi seluruh kewajiban moral dan bersikap kooperatif terhadap aparat berwenang.

Ia juga menyebut komunitas memahami besarnya duka yang dirasakan masyarakat Toraja. Karena itu, komunikasi dengan keluarga korban disebut tetap dijaga sambil organisasi melakukan evaluasi internal atas kejadian tersebut.

Dokumentasi yang diunggah komunitas menunjukkan anggota yang terlibat menjalani pemeriksaan di Polres Toraja Utara. Proses itu disebut disaksikan langsung oleh orang tua korban dan tokoh masyarakat.

Kronologi kecelakaan

Kecelakaan terjadi pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. Lokasinya berada di Jalan Trans Sulawesi poros Rantepao–Palopo, tepatnya di Kelurahan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Korban diketahui berinisial J, seorang pelajar sekolah dasar berusia 10 tahun. Saat kejadian, korban berada di pinggir jalan ketika rombongan moge melintas.

Kasat Lantas Polres Toraja Utara Iptu Muhammad Nasrum Sujana menjelaskan salah satu pengendara sempat melepas tangan dari setang. Tindakan itu dilakukan untuk melambaikan tangan kepada warga sebelum akhirnya pengendara kehilangan kendali.

Nasrum mengatakan pengendara yang terjatuh dari sepeda motor masih bergerak ke depan. Sepeda motor Harley-Davidson itu kemudian melaju sekitar 24 meter dan menabrak korban yang berada di bahu jalan sebelah kiri.

Benturan keras membuat korban terpental hingga ke area persawahan. Warga sempat memberikan pertolongan dan membawa korban ke fasilitas kesehatan, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Sementara itu, pengendara Harley-Davidson yang menabrak korban hanya mengalami luka ringan. Fakta ini mempertegas besarnya dampak kecelakaan terhadap korban yang berada di sisi jalan.

Proses hukum berjalan

Polisi menyatakan penanganan perkara sudah naik ke tahap penyidikan. Pengendara yang terlibat juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Langkah hukum itu berjalan beriringan dengan pernyataan kooperatif dari komunitas pengendara. Hogers Indonesia menyatakan mendukung penuh proses hukum dan tidak menempatkan diri di luar mekanisme yang berlaku.

Perkembangan ini menjadi bagian penting dalam kasus yang menyita perhatian publik. Sorotan tidak hanya tertuju pada kecelakaan fatal yang merenggut nyawa anak, tetapi juga pada tanggung jawab komunitas dan kepatuhan anggotanya terhadap proses hukum.

Di luar proses hukum, kasus ini juga menimbulkan keprihatinan luas di masyarakat. Duka keluarga korban dan respons komunitas menjadi dua sisi yang kini terus dipantau publik.

Kecelakaan tersebut kembali mengingatkan bahwa tindakan kecil di jalan dapat berujung fatal ketika kendali kendaraan hilang. Dalam kasus ini, korban berada di bahu jalan, namun tetap menjadi sasaran motor yang terus melaju setelah pengendaranya terjatuh.

Pernyataan maaf dari komunitas tidak menghapus kehilangan keluarga korban, tetapi menjadi bagian dari tanggung jawab moral yang ditunjukkan sejak awal. Sementara itu, penyidikan oleh kepolisian terus berjalan untuk mengusut peristiwa yang menewaskan bocah 10 tahun di Toraja Utara itu.

Source: otomotif.kompas.com

Terkait