Geely Ambil Alih Pabrik Ford Di Spanyol, Langkah Besar Menuju EV Lokal Eropa

Geely dikabarkan selangkah lebih dekat ke langkah besar di Eropa setelah mencapai kesepakatan untuk mengambil alih lini perakitan Body 3 di pabrik Almussafes milik Ford di Valencia, Spanyol. Jika rencana ini berjalan mulus, produsen mobil asal China itu akan mendapatkan pijakan manufaktur independen di pasar Eropa yang selama ini sulit ditembus tanpa basis produksi lokal.

Langkah ini penting karena Geely tidak sekadar mencari kapasitas tambahan. Perusahaan itu disebut ingin memanfaatkan fasilitas yang saat ini tidak aktif untuk memproduksi kendaraan listrik baru berbasis arsitektur GEA, sekaligus menghindari tekanan tarif dengan memakai infrastruktur Ford yang sudah ada di Eropa.

Fokus pada model NEV berbasis GEA

Menurut laporan La Tribuna de Automoción, model yang akan diproduksi di jalur tersebut saat ini memiliki kode internal 135. Kendaraan itu diperkirakan akan menawarkan tiga opsi penggerak untuk konsumen Eropa, yakni hybrid, plug-in hybrid, dan full listrik.

Model tersebut juga disebut sebagai versi Eropa yang dilokalkan dari SUV listrik kompak Geely EX2, yang di China dikenal sebagai Xingyuan. Dengan pendekatan itu, Geely tampak ingin membawa produk yang sudah punya basis desain ke pasar baru tanpa membangun semuanya dari nol.

Peluang kolaborasi dengan Ford

Di luar kebutuhan kapasitas untuk merek sendiri, Ford juga berpotensi meluncurkan model hasil pengembangan bersama yang memakai platform teknologi Geely. Opsi ini menunjukkan bahwa kerja sama kedua perusahaan tidak berhenti pada penggunaan fasilitas produksi, tetapi juga bisa meluas ke berbagi platform kendaraan.

Reuters sebelumnya melaporkan pada Februari bahwa Ford dan Geely sedang berdiskusi soal kemitraan potensial. Pembahasan itu mencakup penggunaan pabrik Ford di Eropa untuk memproduksi kendaraan bagi pasar Eropa, serta kerangka berbagi teknologi otomotif, termasuk teknologi mengemudi otonom.

Menghidupkan kembali kapasitas yang menganggur

Pengambilalihan lini yang saat ini tidak aktif di Valencia berpotensi membantu menghidupkan kembali kapasitas pabrik yang sempat turun. Jika kemitraan manufaktur yang lebih menyeluruh tercapai, kapasitas keseluruhan pabrik itu bisa kembali mendekati level sebelum pandemi Covid-19.

Pada masa itu, fasilitas tersebut memproduksi lima model dengan output tahunan lebih dari 300.000 kendaraan. Bagi Geely, skenario ini berarti akses ke basis industri yang matang, sementara bagi Ford, kerja sama dapat menjadi cara untuk memanfaatkan aset yang sebelumnya kurang optimal.

Bagian dari pergeseran strategi industri China

Kesepakatan ini juga mencerminkan perubahan besar dalam ekspansi otomotif China ke luar negeri. Produsen mobil domestik China kini makin aktif mengambil alih kapasitas yang menganggur di berbagai negara, sementara produsen lama seperti Ford dan Nissan terus memangkas kapasitas mesin pembakaran yang dianggap kurang efisien.

Arah ekspansi itu juga menunjukkan bahwa strategi globalisasi otomotif China sedang naik kelas. Dari sekadar mengekspor produk, kini pabrikan China mulai membangun rantai pasok lokal di luar negeri untuk merespons hambatan dagang yang semakin tinggi.

Bagi Geely, Eropa menjadi arena penting untuk pembuktian. Bila rencana di Valencia terealisasi, perusahaan itu tidak hanya akan menjual mobil di Eropa, tetapi juga memproduksinya di wilayah tersebut dengan memanfaatkan fasilitas, platform, dan jaringan industri yang sudah tersedia.

Source: cnevpost.com
Terkait