Sebuah pabrikan mobil global kini menjadi pihak pertama yang memakai sistem rem elektromechanical Sensify dari Brembo dalam produksi skala besar. Identitasnya belum dibuka, karena Brembo masih menahan detail di balik perjanjian kerahasiaan atau NDA.
Langkah ini menarik perhatian karena Sensify dirancang untuk mengakhiri dominasi rem hidraulik yang telah menjadi standar lebih dari satu abad. Brembo menyebut sistem ini sebagai standar baru dalam pengereman cerdas, dan teknologi tersebut akan hadir sebagai perlengkapan standar pada model misterius itu.
Rem tanpa cairan, tanpa hidraulik
Sensify memakai arsitektur tanpa fluida, sehingga tidak bergantung pada sistem hidraulik konvensional. Sebagai gantinya, sistem ini mengandalkan sinyal listrik, aktuator, serta perangkat keras dan perangkat lunak mutakhir untuk mengatur pengereman.
Pendekatan tersebut memungkinkan kontrol gaya pengereman yang akurat dan berkelanjutan. Brembo mengatakan hal ini membantu menjaga perilaku kendaraan tetap stabil dan terkendali dalam kondisi berkendara yang kompleks dan sangat berubah-ubah.
Teknologi ini juga bisa memberikan gaya pengereman yang berbeda ke tiap roda secara independen. Ini berbeda dengan sistem tradisional yang menyalurkan tekanan yang sama ke keempat roda secara bersamaan.
Dengan kombinasi kaliper, cakram, perangkat lunak, algoritma, dan aktuator listrik, Sensify tetap mempertahankan elemen pengereman yang familiar. Bedanya, tekanan yang dibutuhkan kini datang dari sistem elektronik, bukan dari cairan rem.
Apa yang berubah bagi pengemudi
Brembo mengeklaim Sensify membawa sejumlah manfaat praktis. Salah satunya adalah perawatan yang lebih ringan karena tidak ada lagi kebutuhan mengganti cairan rem atau khawatir terhadap kebocoran.
Perusahaan itu juga menyoroti cara sistem ini memanfaatkan grip ban dan aspal secara lebih presisi. Bahkan di jalan yang tampak seragam, distribusi cengkeraman antarroda tidak selalu sama, sehingga kontrol pengereman per roda dinilai bisa membantu stabilitas dan pengendalian.
Brembo menambahkan bahwa pengaturan per roda dapat mengurangi yaw saat pengereman. Saat menikung, sistem ini juga diklaim bisa membantu mencegah understeer klasik yang sering muncul ketika mobil diperlambat di tikungan.
Masih disembunyikan, tetapi sudah siap produksi
Brembo belum mengungkap model atau merek yang akan lebih dulu memakai Sensify. Yang dipastikan hanya bahwa kendaraan tersebut berasal dari produsen besar yang disebut sebagai “global leading manufacturer”.
Meski identitasnya masih disimpan rapat, Brembo menyebut produksi sudah berjalan dalam skala besar. Perusahaan itu juga memberi isyarat bahwa model pertama ini bukan satu-satunya, karena kendaraan lain sudah berada di jalur penggunaan berikutnya.
Dalam waktu dekat, Sensify diperkirakan akan digunakan pada ratusan ribu kendaraan per tahun. Itu menandakan perubahan besar, bukan hanya untuk Brembo, tetapi juga untuk arah evolusi sistem pengereman di industri otomotif.
Bagi pasar, langkah ini menunjukkan bahwa transisi dari rem hidraulik ke sistem elektromechanical tidak lagi sebatas konsep. Dengan satu model yang sudah masuk produksi dan daftar kendaraan lain yang menyusul, Brembo tampaknya sedang mendorong perubahan yang bisa menggeser cara mobil masa depan berhenti.
