Pabrik BYD di Subang Hampir Rampung, Atto 1 dan M6 Jadi Kandidat Terkuat Dirakit Lokal

Author: Qoo Media

Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, kini memasuki tahap akhir pembangunan dan disebut sudah makin dekat untuk beroperasi. Di balik progres itu, perhatian publik tertuju pada satu hal: model apa yang akan lebih dulu dirakit secara lokal.

BYD Indonesia masih menutup rapat identitas mobil yang bakal keluar dari fasilitas tersebut. Namun, sinyal yang diberikan perusahaan mengarah pada model yang paling kuat permintaannya di pasar Indonesia.

Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia Luther Pandjaitan mengatakan manufaktur akan menyesuaikan diri dengan pasar yang paling dominan dan signifikan. Ia menyebut Atto 1 dan M6 sebagai dua model yang saat ini paling diminati masyarakat Indonesia.

Pernyataan itu membuat Atto 1 dan M6 menjadi kandidat paling kuat untuk masuk jalur produksi lokal pertama. Keduanya juga telah menjadi tulang punggung penjualan BYD di pasar nasional.

Meski begitu, BYD belum mengumumkan secara terbuka model mana yang dipastikan diproduksi di Indonesia. Luther memilih berhati-hati saat ditanya langsung soal identitas kendaraan yang akan dirakit di Subang.

Di sisi lain, perusahaan menegaskan tahap finalisasi pabrik dilakukan sangat ketat. BYD ingin memastikan setiap unit yang diproduksi tetap mengikuti standar global mereka.

“Finalisasi ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Kami harus memastikan setiap produk yang dihasilkan sesuai dengan standar dan kualitas BYD,” kata Luther di Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.

BYD juga belum membeberkan jadwal operasional secara rinci untuk fasilitas tersebut. Meski demikian, perusahaan menyatakan ingin memulai produksi lokal secepat mungkin.

Pabrik Subang dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun. Selain untuk memperkuat basis produksi, fasilitas ini juga diklaim mampu menyerap hingga 3 ribu tenaga kerja.

Model BYD yang sudah dijual di Indonesia saat ini mencakup Dolphin, Atto 3, Seal, Sealion, M6, dan Atto 1. Dengan line-up yang sudah ada, keputusan model perakitan lokal diperkirakan akan mengikuti arah pasar yang paling menyerap volume penjualan.

Tahap akhir pembangunan pabrik ini menjadi penanda penting bagi strategi BYD di Indonesia. Jika produksi lokal segera dimulai, Atto 1 dan M6 tampak berada di posisi terdepan untuk menjadi mobil BYD rakitan Indonesia pertama.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru